Idulfitri 2026 di Grobogan, Kiai Serukan Tinggalkan Dendam dan Perbanyak Silaturahmi
Senada dengan hal tersebut, Kiai Abdul Hadi juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan para pendahulu dan orang-orang yang berjasa dalam kehidupan.
Ia mengingatkan pentingnya ziarah ke makam orang tua dan para alim ulama sebagai bentuk penghormatan dan refleksi diri. “Ziarah bukan sekadar tradisi, tetapi sarana mengingat kematian dan meneladani perjuangan orang-orang saleh,” tutur Kiai Abdul Hadi.
Menurutnya, mengunjungi makam orang tua juga menjadi bentuk bakti yang tidak terputus, meskipun mereka telah tiada. Doa yang dipanjatkan menjadi penghubung kasih sayang antara anak dan orang tua.
Kiai Abdul Hadi menambahkan bahwa Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk menyatukan kembali hubungan yang sempat renggang. Dengan saling memaafkan, bersilaturahmi, serta memperbanyak ziarah, diharapkan masyarakat dapat membangun kehidupan yang lebih damai dan penuh keberkahan.
“Jika hati sudah bersih dari dendam dan permusuhan, maka kehidupan akan terasa lebih ringan. Itulah makna kemenangan yang sesungguhnya di hari yang fitri,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto