get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Lebih Murah dari Pasaran, Bazar Lelang Emas Surabaya Jadi Buruan Warga, Catat Lokasinya

Harga Emas Anjlok ke Rp2,8 Juta, Pembeli Justru Menghilang

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:04 WIB
header img
Harga emas turun justru sepi pembeli di Surabaya. Pegadaian Dinoyo Tangsi ungkap kesalahan fatal masyarakat dalam investasi emas. (Foto: Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Fenomena unik terjadi di tengah pergerakan harga emas. Saat harga melonjak, masyarakat berbondong-bondong membeli. Namun ketika harga justru turun, minat beli malah merosot tajam.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Manajer Bisnis Pegadaian Dinoyo Tangsi Surabaya, Gais Nomanto. Ia menilai pola perilaku tersebut kurang tepat jika tujuan masyarakat adalah investasi jangka panjang.

“Selama ini masyarakat Surabaya cenderung FOMO. Saat harga emas naik, mereka ramai-ramai membeli. Tapi saat harga turun, justru sepi pembeli. Cara seperti ini kurang tepat,” ujarnya.

Menurut Gais, logika investasi emas seharusnya berbanding terbalik dengan kebiasaan tersebut. Justru ketika harga mengalami penurunan, itulah momentum terbaik untuk membeli.

“Kalau harga turun, seharusnya dimanfaatkan untuk membeli. Karena peluang mendapatkan keuntungan di masa depan akan lebih besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, strategi pembelian yang keliru dapat membuat potensi keuntungan tidak maksimal.

Saat ini, harga emas di pasaran menunjukkan penurunan. Berdasarkan data terbaru, harga emas Galeri24 untuk ukuran 1 gram berada di angka Rp2.838.000 untuk harga jual, dengan harga buyback Rp2.662.000. Sementara itu, emas Antam dijual seharga Rp2.943.000 per gram, dengan harga buyback Rp2.659.000.

Meski harga lebih rendah dibanding periode sebelumnya, kondisi tersebut belum mampu mendorong lonjakan pembelian dari masyarakat.

Gais mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam membaca tren harga. Ia menyarankan agar pembelian emas tidak didasarkan pada tren sesaat, melainkan pada strategi investasi yang matang.

“Investasi itu bukan ikut-ikutan. Harus punya perencanaan. Jangan beli saat mahal karena panik, tapi justru manfaatkan saat harga turun,” tegasnya.

Dengan pemahaman yang tepat, emas diyakini tetap menjadi pilihan investasi yang menjanjikan, terutama untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut