Cerita Pemudik Madura Ikut Arus Balik dari Surabaya, Berangkat Sebelum Subuh demi Jakarta
Antusiasme masyarakat memang terlihat sejak dini hari. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut banyak peserta datang jauh sebelum waktu keberangkatan.
“Sejak pukul 04.00 WIB sudah ada yang datang. Bahkan dari Trenggalek dan Probolinggo juga hadir lebih awal. Ini menunjukkan minat masyarakat sangat tinggi,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh armada yang digunakan telah melalui pengecekan ketat demi keselamatan penumpang. Tak hanya itu, pengemudi dan kru juga menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum perjalanan dimulai.
“Kami pastikan armada laik jalan. Ada pendampingan selama perjalanan melalui WhatsApp yang responsif, konsumsi juga disiapkan, dan kru sudah melalui cek kesehatan,” tambah Ahad.
Lebih dari sekadar layanan transportasi, program ini juga membawa misi yang lebih besar: efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dengan menggunakan transportasi massal, jumlah kendaraan pribadi di jalan bisa ditekan.
“Ini bagian dari edukasi penggunaan energi yang lebih bijak. Selain aman dan nyaman, juga membantu mengurangi emisi,” tegasnya.
Tahun ini, sebanyak 978 peserta diberangkatkan secara serentak dari berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Cirebon, hingga Semarang. Khusus Surabaya, program arus balik ini menjadi yang pertama kali digelar.
“Kalau tahun lalu hanya arus mudik, tahun ini kita tambah arus balik dari Surabaya. Harapannya ke depan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Bagi para peserta, program ini bukan sekadar perjalanan pulang ke kota rantau. Lebih dari itu, ini adalah awal baru untuk kembali bekerja, berkarya, dan melanjutkan kehidupan—dengan langkah yang lebih ringan.
“Yang penting kami bisa kembali dengan aman dan tidak terbebani biaya,” tutur Farid, sebelum naik ke dalam bus yang akan membawanya kembali ke Jakarta.
Editor : Arif Ardliyanto