Kisah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Berangkat Jaga Perdamaian, Pulang Jadi Pahlawan
Tak hanya soal investigasi, perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan juga menjadi sorotan. Ia meminta negara hadir secara penuh untuk menjamin kesejahteraan keluarga para prajurit, mulai dari kebutuhan hidup hingga pendidikan anak-anak mereka.
“Mereka adalah keluarga pahlawan perdamaian dunia. Negara harus memastikan masa depan mereka tetap terjamin,” katanya.
Kronologi Insiden
Tiga prajurit yang gugur diketahui merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Mereka adalah:
Praka Farizal Rhomadhon, yang meninggal dunia akibat serangan di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1 di Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
Sertu Muhammad Nur Ichwan
Dua nama terakhir gugur dalam insiden berbeda yang terjadi pada Senin (30/3/2026).
Selain korban jiwa, lima prajurit lainnya juga mengalami luka-luka dalam dua peristiwa tersebut. Mereka saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif.
Di balik kabar resmi dan pernyataan sikap, ada duka yang lebih dalam—keluarga yang kehilangan sosok ayah, anak, atau saudara. Para prajurit ini berangkat dengan semangat menjaga perdamaian, namun pulang dalam keheningan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa misi perdamaian bukan tanpa risiko. Di balik seragam dan baret biru, ada nyawa yang dipertaruhkan demi dunia yang lebih aman.
Kini, harapan tertuju pada pemerintah dan dunia internasional untuk mengungkap kebenaran di balik insiden tersebut—serta memastikan pengorbanan para prajurit tidak berlalu tanpa makna.
Editor : Arif Ardliyanto