Ekonomi Jatim Tetap Ngebut 5,33 Persen, Ini Strategi Hadapi Tekanan Global
Tujuh rekomendasi kebijakan itu antara lain, pembangunan dan integrasi distribusi barang, percepatan investasi untuk mendukung hilirisasi industri, termasuk komoditas pertanian unggulan, penguatan ketahanan pangan dan agribisnis dalam pengendalian inflasi, pengembangan sektor pariwisata, ekonomi syariah, dan UMKM serta optimalisasi kredit produktif,
optimalisasi pendapatan asli daerah pasca-opsen, percepatan dan perluasan digitalisasi fiskal serta sistem pembayaran serta peningkatan produktivitas tenaga kerja serta kesejahteraan perdesaan. Rekomendasi tersebut merupakan hasil kajian berbasis riset yang disusun melalui karya tulis dalam rangkaian East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Ibrahim mengatakan, ketahanan ekonomi Jatim harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor. “Diperlukan sinergi dan adaptasi untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah kondisi global saat ini,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto