get app
inews
Aa Text
Read Next : KAI Daop 8 Surabaya Tawarkan Diskon 10% di Expo Muslimat NU 2025, Siapkan Layanan Mudik Lebaran 2025

Emas dan Telur Ayam Picu Inflasi Jatim 3,79 Persen

Sabtu, 04 April 2026 | 09:07 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau Pasar Legi Ponorogo guna memantau harga komoditas pangan. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Perkembangan harga berbagai komoditas di Jawa Timur (Jatim) pada Maret 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim di 11 kabupaten/kota, tercatat inflasi year on year (yoy) sebesar 3,79 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati menjelaskan, inflasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,43 pada Maret 2025 menjadi 111,50 pada Maret 2026. “Selain secara tahunan, secara month to month (mtm) Jatim mengalami inflasi sebesar 0,39 persen, dan secara year to date (ytd) sebesar 1,13 persen,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Herum, inflasi yoy terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,31 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,43 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,75 persen.

Sejumlah kelompok lain juga mengalami kenaikan, seperti pakaian dan alas kaki, kesehatan, transportasi, pendidikan, hingga restoran. "Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,23 persen," katanya.

Lebih lanjut, Herum mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan. Di antaranya emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, rokok, daging sapi, hingga angkutan udara. “Komoditas lain seperti minyak goreng, ikan bandeng, biaya pendidikan, serta kontrak rumah juga turut menyumbang inflasi,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa komoditas yang menahan laju inflasi (deflasi) antara lain bawang putih, bensin, cabai merah, bawang merah, wortel, pisang, dan telepon seluler. Untuk inflasi bulanan (mtm), komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain daging ayam ras, daging sapi, bensin, tomat, udang basah, telur ayam ras, hingga cabai merah dan beras. Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi adalah angkutan udara dan emas perhiasan.

Dari sisi kontribusi kelompok pengeluaran terhadap inflasi yoy, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing menyumbang 1,07 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,13 persen.

“Kelompok transportasi, pendidikan, dan restoran juga memberikan kontribusi, meskipun relatif lebih kecil,” ujar Herum.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan menjadi satu-satunya kelompok yang memberikan andil deflasi, yakni sebesar 0,02 persen.
 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut