Tren Kecantikan 2026 Berubah, Tak Lagi Tanam Benang, Perawatan Alami dan Minim Risiko Makin Diminati
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren kecantikan di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih alami. Jika sebelumnya prosedur invasif seperti tanam benang atau suntik cukup populer, kini masyarakat mulai beralih ke perawatan yang minim rasa sakit, tanpa jarum, dan tanpa waktu pemulihan lama.
Perubahan ini terlihat jelas sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Banyak pasien kini mencari treatment yang praktis—datang ke klinik, melakukan perawatan, lalu langsung bisa beraktivitas dengan hasil yang terlihat.
CEO Neuvel Clinic, dr. Jessica Christina Tenggara, mengungkapkan bahwa tren ini didorong oleh kebutuhan masyarakat akan hasil instan namun tetap aman dan nyaman.
“Sejak akhir 2025 sampai awal 2026, pasien cenderung mencari treatment yang tidak sakit, tanpa jarum, dan hasilnya bisa langsung terlihat. Mereka ingin keluar dari klinik sudah tampak lebih segar dan kencang tanpa downtime,” ujarnya saat ditemui di sela pameran kecantikan di salah satu mal di Surabaya.

Menurutnya, teknologi berbasis panas seperti monopolar radiofrequency kini menjadi pilihan karena mampu merangsang produksi kolagen secara alami tanpa tindakan invasif.
“Energi panas yang masuk ke lapisan kulit hingga dermis akan menstimulasi kolagen. Ibarat kain yang disetrika, kulit jadi lebih kencang dan halus. Sensasinya bukan panas menyakitkan, tapi hangat dan nyaman karena dilengkapi sistem pendingin,” jelasnya.
Ia menambahkan, perawatan ini bisa dilakukan di berbagai area seperti pipi dan leher, bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit untuk satu sesi.
“Pasien bisa langsung pulang tanpa pantangan khusus. Ini yang membuat treatment seperti ini semakin diminati, terutama bagi mereka yang tidak ingin terlihat ‘habis perawatan’,” tambahnya.
Editor : Arif Ardliyanto