Mahasiswa Hukum di Surabaya Ini Tak Jadikan Skripsi Syarat Kelulusan, Ini Terobosan yang Ditetapkan
Tak hanya mahasiswa, peningkatan kualitas juga terlihat dari sisi tenaga pengajar. FH UWP kini memiliki tambahan tiga Associate Professor baru, sehingga total mencapai lima dosen dengan jabatan tersebut. Hal ini memperkuat ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.
“Peningkatan jabatan fungsional dosen berjalan seiring dengan kualitas mahasiswa yang semakin baik,” tegas Andy.
Ke depan, FH UWP tak berhenti pada capaian tersebut. Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat langkah menuju level yang lebih tinggi. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari pengajuan Guru Besar, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga peningkatan publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Langkah ini menjadi bagian dari target besar FH UWP untuk meraih akreditasi unggul pada 2027.
“Kami ingin menjadi Fakultas Hukum yang unggul berbasis riset, sejalan dengan visi Legalpreneurship,” tambahnya.
Rektor Universitas Wijaya Putra, Dr. Budi Endarto, M.Hum., turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia bahkan menilai FH UWP layak menjadi contoh bagi fakultas lain.
“Ini bukan hanya prestasi, tapi juga arah baru pendidikan hukum yang berdampak. Kami berharap capaian ini terus meningkat dan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hukum di Indonesia,” katanya.
Sebagai penutup, suasana Raker semakin terasa penuh semangat saat para dosen FH UWP kompak mengenakan kaos merah bertuliskan “Fakultas Hukum Universitas Wijaya Impactful”. Sebuah simbol komitmen bahwa pendidikan hukum tak lagi sekadar teori, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto