get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Lelang Kendaraan Dinas Surabaya Dibuka, Target Rp6,3 Miliar Bakal Dibelikan Mobil Listrik

Rabu, 15 April 2026 | 05:17 WIB
header img
Lelang kendaraan dinas Pemkot Surabaya dibuka hingga 20 April 2026 dengan target Rp6,3 miliar, sebagai langkah menuju penggunaan mobil listrik. Foto tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan besar tengah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pengelolaan kendaraan dinas. Puluhan kendaraan operasional yang selama ini menggunakan bahan bakar minyak (BBM) kini dilepas ke publik melalui lelang terbuka, sebagai langkah awal menuju era kendaraan listrik.

Bagi Pemkot Surabaya, kebijakan ini bukan sekadar pergantian kendaraan. Lebih dari itu, ada upaya nyata untuk mengurangi beban anggaran sekaligus menjaga kualitas lingkungan kota yang terus berkembang.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kendaraan dinas berbasis BBM akan segera digantikan dengan kendaraan listrik secara bertahap. Saat ini, proses lelang masih berlangsung untuk memastikan seluruh unit lama dapat dialihkan.

“Sekitar 80 kendaraan kita lelang, baik sepeda motor maupun mobil yang belum terjual. Ini bagian dari komitmen kami untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya saat ditemui di rumah dinas.

Pemkot menargetkan, seluruh kendaraan dinas mulai beralih ke listrik pada Mei 2026. Namun, hal itu bergantung pada kelancaran proses lelang yang tengah berjalan.

Jika seluruh unit berhasil dilelang, maka pengadaan kendaraan baru akan menggunakan sistem sewa berbasis kendaraan listrik. Skema ini dinilai lebih efisien dibandingkan membeli unit baru secara langsung.

“Kalau lelang selesai, Mei nanti kita pakai kendaraan listrik semua, baik motor maupun mobil. Sistemnya sewa,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses transisi, Pemkot juga menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dukungan dari lembaga tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penjualan aset daerah.

Langkah percepatan ini penting agar peralihan ke kendaraan listrik tidak tertunda, sekaligus memastikan efisiensi anggaran bisa segera dirasakan.

Sementara itu, Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, mengungkapkan bahwa total kendaraan yang dilelang mencapai 85 unit. Rinciannya meliputi 70 mobil, 13 sepeda motor, dan 2 kendaraan roda tiga.

Menurutnya, kendaraan yang dilelang rata-rata telah berusia lebih dari tujuh tahun dan dinilai sudah tidak efisien jika terus digunakan.

“Ini bagian dari evaluasi aset. Kendaraan yang sudah lama kita jual agar ada efisiensi, terutama dalam penggunaan BBM,” jelasnya.

Proses lelang sendiri telah dimulai sejak 13 April 2026 dan akan berakhir pada 20 April 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengikuti lelang melalui situs resmi KPKNL dengan mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

Dari proses ini, Pemkot menargetkan pemasukan hingga Rp6,3 miliar.

Dari BBM ke Listrik: Efisiensi yang Terasa

Langkah beralih ke kendaraan listrik sebenarnya bukan hal baru bagi Pemkot Surabaya. Sejak 2024, sejumlah kendaraan operasional pejabat daerah sudah lebih dulu menggunakan mobil listrik dengan sistem sewa.

Hasilnya cukup signifikan. Selain menekan biaya BBM, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mendukung upaya pengurangan emisi.

“Penghematan BBM sangat terasa. Sistem sewa juga membuat biaya lebih terkendali dan efisien,” pungkas Wiwiek.

Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Surabaya serius menuju kota yang lebih hijau. Bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan publik bisa memberi dampak nyata bagi lingkungan dan keuangan daerah.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut