get app
inews
Aa Text
Read Next : Jaga Keamanan, Umat Muslim, Hindhu dan Nasrani Jalankan Ibadah Bersama di Lapas Banyuwangi

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Industri Ini Kini Dituntut Melek Teknologi

Kamis, 16 April 2026 | 05:22 WIB
header img
Industri jasa keamanan tak lagi konvensional. Digitalisasi, peningkatan SDM, dan regulasi berbasis risiko menjadi kunci menghadapi tantangan baru. Foto alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik seragam rapi dan sikap sigap para petugas keamanan, ada perubahan besar yang tengah terjadi. Industri jasa pengamanan kini tak lagi sekadar soal menjaga pintu atau mengawasi lingkungan, tetapi telah bergeser menuju sistem berbasis teknologi dan manajemen risiko yang kompleks.

Perubahan ini terasa nyata dalam gelaran Sinergi Industri Pengamanan 2026 yang digagas oleh Abu Japi Jawa Timur. Forum tersebut menjadi ruang pertemuan para pelaku Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) untuk membaca arah masa depan industri yang semakin dinamis.

Di tengah tuntutan zaman, pelaku usaha keamanan dituntut beradaptasi lebih cepat. Bukan hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional sehari-hari.

Ketua Umum Abu Japi Jawa Timur, Musfiroh Agus Sumitro, melihat perubahan ini sebagai momentum penting. Ia menegaskan bahwa regulasi baru bukan sekadar aturan, melainkan peluang untuk bertransformasi.

“PP Nomor 28 Tahun 2025 menuntut kita tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memiliki manajemen risiko yang kuat. Ini saatnya industri pengamanan berbenah dan mempercepat digitalisasi,” ujarnya.

Regulasi tersebut membawa perubahan signifikan dalam sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Di satu sisi, sistem ini memberikan kemudahan dan transparansi. Namun di sisi lain, juga menuntut kesiapan pelaku usaha dalam hal sistem, sumber daya manusia, hingga tata kelola perusahaan.

Dari perspektif keamanan nasional, Kakorbinmas Baharkam Polri, Kalingga Rendra Raharja, menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan aparat negara.

Menurutnya, transformasi berbasis risiko melalui OSS merupakan langkah maju, tetapi tidak akan efektif tanpa kesiapan SDM dan pengawasan yang baik.

“Semua pihak harus punya komitmen menjaga standar operasional dan profesionalisme. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal keamanan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Jawa Timur, Kombespol Eko Santoso, mengingatkan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa kualitas manusia yang mengoperasikannya.

Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pengamanan, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan.

“SDM tetap menjadi kunci. Jika kesejahteraan dan kompetensinya meningkat, maka kualitas layanan juga akan ikut naik,” ungkapnya.

Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari dunia usaha. Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Andik Dwi Putranto, menilai industri pengamanan memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

Menurutnya, kepastian regulasi dan penerapan teknologi akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Jawa Timur.

“Industri pengamanan adalah bagian penting dari ekosistem bisnis. Jika sektor ini kuat, maka investor akan merasa lebih aman dan nyaman,” katanya.

Di tengah perubahan tersebut, digitalisasi menjadi kunci utama. Pemanfaatan data, sistem keamanan terintegrasi, hingga platform berbasis teknologi mulai menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Forum ini pun menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendorong industri pengamanan di Jawa Timur menjadi lebih adaptif, profesional, dan berkelanjutan.

Bagi para pelaku usaha, ini bukan sekadar perubahan regulasi. Ini adalah titik balik—dari sistem konvensional menuju industri keamanan modern yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Dan bagi masyarakat, perubahan ini memberi harapan: bahwa rasa aman di masa depan akan dijaga oleh sistem yang lebih cerdas, manusia yang lebih kompeten, dan industri yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut