Peringatan Hari Kartini di UWP Terasa Beda: Prestasi Atlet Putri Melejit, Rektor Ungkap Rahasianya
Pendampingan tersebut dirasakan langsung oleh para atlet. Salah satunya, Shalasa Rafika Putri, peserta Jujitsu UWP, yang mengungkapkan bahwa pola latihan dan pembinaan dilakukan secara intensif dan terstruktur.
“Pembinaan dari pelatih itu rutin, minimal latihan dua kali dalam seminggu. Bahkan saat persiapan kejuaraan bisa sampai enam kali seminggu. Kami juga diarahkan ikut kejuaraan tingkat kota hingga provinsi,” jelas Shalasa.
“Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dan dukungan dana dari kampus, kami sangat terbantu, terutama bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ini membuat kami bisa terus berkembang dan berprestasi,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada latihan di dalam kampus, pola pembinaan juga diperkuat dengan latihan tambahan di luar lingkungan kampus. Hal ini disampaikan oleh Eddy Supriyanto, yang menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan atlet.
“Kami berharap ke depan atlet UWP bisa terus naik level, minimal ke Porprov dan maksimal ke PON. Pendampingan tidak hanya di kampus, tetapi juga latihan di luar seperti di fasilitas olahraga di Surabaya,” ujar Eddy.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Dari siswa sekolah, kemudian masuk ke kampus Wijaya Putra, pembinaannya tidak terputus. Ini yang kami dorong agar prestasi terus meningkat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, UWP juga memberikan penghargaan kepada 36 tim dosen penerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Menariknya, mayoritas tim dipimpin oleh dosen perempuan yang aktif dalam riset dan pemberdayaan masyarakat.
Upacara ditutup dengan doa bersama serta rangkaian lomba bertema perjuangan perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Seluruh peserta tampak antusias, mencerminkan semangat Kartini yang terus hidup melalui prestasi, dedikasi, dan pendampingan yang berkelanjutan di lingkungan Universitas Wijaya Putra.
Editor : Arif Ardliyanto