get app
inews
Aa Text
Read Next : Kampus di Surabaya Ini Bikin Terobosan! Sistem Akademik dan Pembayaran Terkoneksi secara Digital

Peringatan Hari Kartini di UWP Terasa Beda: Prestasi Atlet Putri Melejit, Rektor Ungkap Rahasianya

Selasa, 21 April 2026 | 17:01 WIB
header img
Perayaan Hari Kartini di UWP Surabaya diwarnai prestasi atlet putri serta komitmen kampus dalam pembinaan dan pendampingan berkelanjutan. Foto arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana khidmat sekaligus meriah mewarnai upacara bendera peringatan Hari Kartini yang digelar Selasa, 21 April 2026, di Lapangan Wijaya Putra Kampus Benowo. Kegiatan yang melibatkan pelajar hingga mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) ini mengusung tema “Kesetaraan dan Peran Perempuan bagi Pebelajar Wijaya Putra Menyongsong Indonesia Emas 2045.”

Momentum ini tak sekadar menjadi refleksi sejarah perjuangan perempuan, tetapi juga ajang apresiasi atas prestasi dan kontribusi nyata, khususnya dari mahasiswi UWP yang mendominasi berbagai capaian akademik maupun non-akademik.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan piala Kejuaraan Antar Dojo se-Indonesia SLC CUP 2026 cabang olahraga Jujitsu. Dojo Wijaya Putra berhasil meraih Juara Umum, dengan dominasi atlet putri di hampir seluruh kategori.


Perayaan Hari Kartini di UWP Surabaya diwarnai prestasi atlet putri serta komitmen kampus dalam pembinaan dan pendampingan berkelanjutan. Foto arif

Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum, menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten.

“Kalian adalah bukti nyata bahwa perempuan mampu unggul di bidang olahraga bela diri, seni bela diri tradisional, hingga inovasi sosial. Ini adalah wujud nyata semangat Kartini di era modern,” ujar Dr. Budi Endarto.

“Kami di UWP berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan, baik dalam pembinaan atlet, akademik, maupun pengembangan karakter, agar prestasi ini tidak berhenti di satu titik, tetapi terus berkembang,” tambahnya.

Selain prestasi olahraga, UWP juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa dari cabang Jujitsu, Pencak Silat, serta tim yang berhasil masuk Top 50 Social Project Innovillage. Dukungan diberikan dalam bentuk dana apresiasi dan dana motivator sebagai bentuk komitmen kampus dalam membina talenta secara berkelanjutan.

Pendampingan tersebut dirasakan langsung oleh para atlet. Salah satunya, Shalasa Rafika Putri, peserta Jujitsu UWP, yang mengungkapkan bahwa pola latihan dan pembinaan dilakukan secara intensif dan terstruktur.

“Pembinaan dari pelatih itu rutin, minimal latihan dua kali dalam seminggu. Bahkan saat persiapan kejuaraan bisa sampai enam kali seminggu. Kami juga diarahkan ikut kejuaraan tingkat kota hingga provinsi,” jelas Shalasa.

“Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dan dukungan dana dari kampus, kami sangat terbantu, terutama bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ini membuat kami bisa terus berkembang dan berprestasi,” imbuhnya.


Perayaan Hari Kartini di UWP Surabaya diwarnai prestasi atlet putri serta komitmen kampus dalam pembinaan dan pendampingan berkelanjutan. Foto arif

Tak hanya fokus pada latihan di dalam kampus, pola pembinaan juga diperkuat dengan latihan tambahan di luar lingkungan kampus. Hal ini disampaikan oleh Eddy Supriyanto, yang menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan atlet.

“Kami berharap ke depan atlet UWP bisa terus naik level, minimal ke Porprov dan maksimal ke PON. Pendampingan tidak hanya di kampus, tetapi juga latihan di luar seperti di fasilitas olahraga di Surabaya,” ujar Eddy.

“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Dari siswa sekolah, kemudian masuk ke kampus Wijaya Putra, pembinaannya tidak terputus. Ini yang kami dorong agar prestasi terus meningkat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, UWP juga memberikan penghargaan kepada 36 tim dosen penerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Menariknya, mayoritas tim dipimpin oleh dosen perempuan yang aktif dalam riset dan pemberdayaan masyarakat.

Upacara ditutup dengan doa bersama serta rangkaian lomba bertema perjuangan perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Seluruh peserta tampak antusias, mencerminkan semangat Kartini yang terus hidup melalui prestasi, dedikasi, dan pendampingan yang berkelanjutan di lingkungan Universitas Wijaya Putra.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut