Tagihan Air Naik di Surabaya Bikin Warga Resah, Perumda Surya Sembada Beri Penjelasan Begini!
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keluhan warga Kota Surabaya soal lonjakan tagihan air kembali mencuat. Di tengah keresahan pelanggan, Perumda Air Minum Surya Sembada menegaskan bahwa kenaikan biaya yang dirasakan masyarakat bukan berasal dari perubahan tarif, melainkan akibat peningkatan konsumsi hingga faktor teknis yang kerap luput dari perhatian.
Suara keberatan datang dari sejumlah pelanggan yang merasa tagihan air mereka melonjak drastis dalam beberapa bulan terakhir. Bagi sebagian warga, kenaikan ini terasa membingungkan, terlebih ketika penggunaan air sehari-hari dirasa tidak banyak berubah.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada, L. Andilun Gatu, memastikan pihaknya tidak menutup diri terhadap keluhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap aduan akan ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan.
“Kami sangat menghargai setiap masukan dari warga. Kami berkomitmen melakukan pengecekan secara transparan untuk memastikan angka di meter sesuai dengan pemakaian riil,” ujarnya.
Menurut Andilun, ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan tagihan membengkak tanpa disadari pelanggan. Salah satunya adalah kebocoran pipa, baik di dalam rumah maupun di jalur distribusi, yang sering kali tidak terdeteksi. Selain itu, perubahan pola penggunaan air—seperti meningkatnya aktivitas di rumah—juga bisa berpengaruh signifikan terhadap jumlah tagihan.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih aktif memantau penggunaan air mereka. Langkah sederhana seperti mengecek meteran secara rutin dinilai bisa membantu mengantisipasi lonjakan biaya di akhir bulan.
Untuk mempermudah pengawasan, Perumda mendorong pelanggan memanfaatkan Aplikasi CIS (Customer Information System). Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat melihat riwayat pemakaian air secara berkala, sekaligus mengontrol pengeluaran rumah tangga.
Tak hanya itu, fitur “Catat Meter Mandiri” juga menjadi solusi yang ditawarkan. Dengan mengunggah foto meteran setiap bulan, pelanggan bisa memastikan akurasi pencatatan sekaligus memperkirakan tagihan sebelum diterbitkan.
“Dengan aplikasi CIS, pelanggan punya kendali lebih besar terhadap tagihan mereka. Catat Meter Mandiri juga membantu menjaga akurasi data dan memberi gambaran biaya lebih awal,” tambahnya.
Bagi pelanggan yang tetap merasa keberatan atau menemukan kejanggalan, Perumda membuka akses layanan pengaduan resmi. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan perusahaan, sekaligus memastikan setiap persoalan ditangani secara cepat dan transparan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih di kota besar seperti Surabaya, persoalan tagihan bukan sekadar angka, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.
Editor : Arif Ardliyanto