Dukung Konektivitas Nasional, Jatim Perkuat Ekosistem Logistik Terpadu
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Integrasi layanan karantina dinilai mampu menekan biaya logistik di Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem distribusi barang nasional.
Sejumlah kajian nasional maupun regional menunjukkan biaya logistik Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut menjadikan upaya efisiensi sebagai kebutuhan mendesak.
Persoalan ini juga kerap dikeluhkan pelaku usaha karena berdampak pada panjangnya rantai distribusi serta tingginya biaya pergerakan barang.
Dalam konteks tersebut, pendekatan berbasis kawasan yang menghubungkan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mempercepat arus barang antar wilayah.
Pendekatan ini juga diharapkan mampu mendorong perbaikan rantai pasok dan sistem distribusi nasional agar lebih terintegrasi serta berdaya saing.
Direktur Utama PT Jatim Grha Utama, Mirza Muttaqien, mengatakan fokus utama dari inisiatif tersebut adalah memastikan seluruh sistem berjalan lebih terhubung dan tertata.
“Yang kami dorong adalah integrasi layanan dalam satu sistem yang lebih tertata agar efisiensi dapat tercapai dan distribusi barang menjadi lebih lancar,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) sekaligus mendukung visi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Menurutnya, integrasi layanan karantina menjadi langkah strategis. Hal ini untuk menekan biaya distribusi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat sistem distribusi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap sistem logistik yang lebih efisien dan modern.
Atas dorongannya dalam penguatan integrasi karantina, Mirza Muttaqien menerima PWI Award 2026 dalam peringatan Hari Pers Nasional tingkat Jatim.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jatim, Lutfil Hakim, pada 16 April 2026 di Dyandra Convention Center.
Lutfil Hakim menilai integrasi karantina merupakan salah satu solusi atas persoalan klasik dalam sistem distribusi nasional. Menurut dia, integrasi karantina membuat proses distribusi menjadi lebih cepat, transparan, dan terkoordinasi.
“Kami menilai langkah ini telah menjawab tantangan klasik, yakni tingginya biaya distribusi dan panjangnya rantai pasok,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto