get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Pastikan Pasokan Bahan Pokok di Jatim Aman

Wagub Emil Minta Pertamina Jamin Distribusi Elpiji di Jatim Tetap Lancar

Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB
header img
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan elpiji di kawasan Jemursari, Surabaya. (Foto : Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan elpiji di kawasan Jemursari, Surabaya, Senin (6/4/2026). Dalam sidak tersebut, Emil meminta PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi elpiji di Jatim berjalan lancar.

Sidak dilakukan bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa. Dari hasil pantauan, Emil menemukan stok elpiji di pangkalan tidak sesuai standar dan menerima keluhan warga terkait seringnya terjadi kekosongan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Emil langsung meminta Pertamina mendatangkan pasokan tambahan dari agen terdekat dalam waktu singkat. “Kami menantang Pertamina, apakah bisa mendatangkan truk elpiji ke lokasi ini dengan cepat,” ujar Emil di lokasi.

Sekitar 30 menit kemudian, truk pengangkut elpiji dari agen terdekat tiba di lokasi. Emil pun memastikan langsung ketersediaan muatan sebagai bentuk respons cepat distribusi.

Dia menegaskan, distribusi elpiji harus dijaga agar tetap lancar dan tidak memicu kepanikan masyarakat. Emil juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik permainan harga di lapangan. “Distribusi harus semakin baik, tidak boleh ada panic buying, dan tidak boleh ada permainan harga,” tegasnya.

Emil memastikan secara umum stok elpiji di Jatim dalam kondisi aman. Berdasarkan data Pertamina, ketahanan stok elpiji nasional berada di atas 20 hari, sementara stok siap salur di Jatim sekitar 4,4 hari sebagai bagian dari sistem distribusi berjalan.

Menurutnya, angka tersebut merupakan bagian dari mekanisme logistik energi, di mana pasokan terus bergerak dari terminal hingga pangkalan.

“Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk yang dalam perjalanan, stoknya lebih dari 20 hari. Masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Di sisi distribusi, Jatim didukung sekitar 36.000 pangkalan elpiji resmi sebagai titik penyaluran utama. Emil mengimbau masyarakat membeli elpiji di pangkalan resmi agar harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp18.000.

Dia juga menanggapi isu kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut lebih disebabkan lonjakan permintaan akibat kepanikan masyarakat, bukan karena kekurangan stok.

“Yang terjadi kemarin lebih karena panic buying. Saat ini pasokan sudah ditambah hingga 73 persen dari kondisi normal dan distribusi kembali lancar,” ujarnya.

Emil pun mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi hoaks serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat mengganggu distribusi.

“Gunakan elpiji secara bijak. Jika pembelian dilakukan secara berlebihan, justru bisa mengganggu pasokan di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut