Musim Haji 2026, Permintaan Ekspor Sambal Melonjak 20 Persen
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Produsen sambal dan kerupuk PT Sekar Laut Tbk (SKLT) mencatatkan kenaikan signifikan pada permintaan produk sambal dan bumbu masak menjelang musim haji 2026.
Perusahaan produsen sambal khas Indonesia ini melaporkan adanya kenaikan volume ekspor hingga 20 persen yang didorong oleh kebutuhan katering jemaah haji di Tanah Suci.
Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang, mengungkapkan bahwa peningkatan ini selaras dengan besarnya jumlah jemaah haji asal Indonesia yang berangkat ke Timur Tengah.
Menurutnya, sambal telah menjadi kebutuhan pokok yang sulit dipisahkan dari lidah masyarakat Indonesia.
"Permintaan produk sambal untuk musim haji ini meningkat sekitar 20 persen. Karena sambal ini khas Indonesia sekali, jemaah haji merasa ada yang kurang jika makan tanpa sambal," ujar Jimmy, Selasa (28/4/2026).
Jimmy menjelaskan, lonjakan ekspor ini mayoritas diserap oleh perusahaan-perusahaan katering di Arab Saudi yang melayani jemaah Indonesia. Alih-alih jemaah membawa bekal sendiri, pihak katering kini lebih banyak menyediakan sambal siap saji untuk menjamin kepraktisan dan kebersihan.
Tak hanya sambal, PT Sekar Laut Tbk juga memasok bumbu masak untuk keperluan katering haji melalui kerja sama strategis.
"Pihak katering di sana tidak mungkin membuat sambal sendiri dalam jumlah besar, jadi mereka mengambil langsung dari kami. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama terkait penggunaan bumbu masak kami untuk menu jemaah," tambahnya.
Untuk memudahkan distribusi dan menjaga sterilitas, produk yang diekspor didominasi oleh kemasan saset. Kemasan ini dinilai lebih aman dari kontaminasi dan praktis bagi jemaah sesuai kebutuhan konsumsi harian.
Dari total 12 varian sambal yang dimiliki perusahaan, sambal terasi tetap menjadi produk yang paling diburu. Jimmy menyebutkan bahwa varian ini menguasai porsi penjualan yang sangat dominan.
"Varian utama tetap sambal terasi, kontribusinya sekitar 60 hingga 70 persen. Sisanya barulah varian lain seperti sambal ijo, sambal bawang, udang, kecombrang, hingga sambal rendang," jelas Jimmy.
Editor : Arif Ardliyanto