get app
inews
Aa Text
Read Next : PSI Surabaya Bagikan Daging Kurban Ramah Lingkungan di Hari Raya Idul Adha

Kemenag Tegaskan Menag Nasaruddin Umar Tidak Larang Penyembelihan Hewan Kurban

Rabu, 29 April 2026 | 12:52 WIB
header img
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar. Foto : ist.

JAKARTA, iNewSurabaya.id – Kementerian Agama (Kemenag) membantah keras narasi yang beredar di media sosial mengenai larangan penyembelihan hewan kurban oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Video yang mengeklaim Menag meminta masyarakat mengganti kurban dengan uang tersebut dipastikan sebagai disinformasi atau hoaks hasil pemotongan konteks. Kemenag mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak utuh.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa potongan video tersebut diambil dari sambutan Menag pada penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah, 2 April 2026. Video itu kemudian disebarkan dengan judul provokatif yang memicu kesalahpahaman publik.

"Narasi yang berkembang sudah keluar dari konteks pernyataan aslinya. Menag saat itu berbicara tentang gagasan pengelolaan kurban agar lebih tertata dan memberi manfaat luas bagi umat, bukan menghapus atau melarang praktik ibadahnya," tegas Thobib di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Thobib memastikan bahwa tidak ada instruksi dari Kementerian Agama untuk menghentikan tradisi penyembelihan hewan. "Masyarakat tetap dipersilakan menyembelih kurban secara mandiri maupun berkelompok seperti biasa," imbuhnya.

Dalam gagasan yang disampaikan Menag, fokus utamanya adalah menawarkan kemudahan bagi masyarakat melalui lembaga profesional seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Masyarakat memiliki pilihan untuk menyerahkan dana senilai hewan kurban kepada Baznas, yang nantinya akan mengelola proses penyembelihan hingga distribusi.

Pengelolaan melalui Baznas dinilai lebih efektif karena didukung fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) yang higienis, sesuai syariat, dan memastikan daging kurban sampai ke tangan yang tepat melalui data terintegrasi.

“Gagasan ini bertujuan agar kurban tidak hanya menumpuk di kota-kota besar, tetapi bisa terdistribusi secara profesional ke daerah-daerah yang lebih membutuhkan,” jelas Thobib.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut