get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral! Tradisi Turun Temurun Bakar Petasan di Kuburan saat Lebaran

Mengintip Tradisi Ithuk-Ithukan Suku Osing, Ritual Sakral yang Dipertahankan Warga Sejak 1617

Kamis, 30 April 2026 | 10:57 WIB
header img
Ritual Ithuk-Ithukan Suku Osing di Banyuwangi jadi simbol syukur atas sumber air Kajar yang tak pernah surut, tradisi turun-temurun sejak 1617. (Foto iNewsSurabaya.id/Siswanto).

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Sejak pagi di Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, terasa berbeda, Kamis (30/4/2026). Suara doa bersahutan, aroma masakan tradisional menguar, dan ratusan warga Suku Osing berjalan beriringan menuju sumber air Kajar. Warga menggelar ritual adat Ithuk-Ithukan, sebuah tradisi turun-temurun yang bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur atas sumber kehidupan yang tak pernah berhenti mengalir.

Di tengah ancaman krisis air di berbagai daerah, warga Rejopuro justru memiliki kisah berbeda. Sumber air Kajar yang mereka andalkan tetap mengalir jernih, bahkan saat kemarau panjang melanda. Bagi warga, ini bukan hanya fenomena alam, tetapi anugerah yang harus dijaga bersama.

Prosesi dimulai dengan doa bersama. Warga dari berbagai usia—anak-anak hingga lansia—larut dalam suasana khidmat. Mereka memanjatkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar sumber air tetap lestari.


Ritual Ithuk-Ithukan Suku Osing di Banyuwangi jadi simbol syukur atas sumber air Kajar yang tak pernah surut, tradisi turun-temurun sejak 1617. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

Tokoh adat setempat, Sarino, menyebut Ithuk-Ithukan sebagai simbol penghormatan kepada Sang Pencipta.

“Air dari sumber Kajar tidak pernah surut. Ini anugerah yang wajib dijaga dan dilestarikan bersama,” ujarnya.

Lebih dari sekadar tradisi, air Kajar menjadi urat nadi kehidupan. Alirannya tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih warga, tetapi juga menghidupi lahan pertanian di wilayah Glagah, Kenjo, hingga Tamansuruh.

Yang membuat ritual ini semakin istimewa adalah keberadaan ribuan “ithuk”—sekitar 3.000 paket makanan yang disiapkan warga dengan penuh semangat. Dibungkus daun pisang, ithuk berisi nasi dan lauk khas, terutama pecel pitik, olahan ayam kampung suwir berpadu parutan kelapa berbumbu khas Osing.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut