Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Desakan Kongres PSSI Jatim Menguat, Askab Sidoarjo Khawatir Pembinaan Sepak Bola Lumpuh
Advertisement . Scroll to see content

Panas! PSSI Jatim Ditekan Gelar Kongres, Ribuan Massa Disiapkan Protes Berangkat ke Jakarta

Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:42 WIB
  • author Saiful Arif
Panas! PSSI Jatim Ditekan Gelar Kongres, Ribuan Massa Disiapkan Protes Berangkat ke Jakarta
Forum Sepak Bola Jatim mendesak PSSI segera menggelar kongres pemilihan. Ancaman aksi besar ke Jakarta mencuat jika tak ada kepastian. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Situasi sepak bola di Jawa Timur kian memanas. Forum Sepak Bola Jatim yang terdiri dari Askab, Askot, hingga klub resmi, melayangkan tekanan terbuka kepada PSSI Pusat agar segera menggelar Kongres Pemilihan. Jika tidak, gelombang aksi besar-besaran disebut tinggal menunggu waktu.

Penundaan kongres kini tak lagi dipandang sebagai persoalan administratif. Kondisi tersebut dinilai telah berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas organisasi sepak bola di Jawa Timur. Bahkan, dampaknya mulai terasa pada sejumlah agenda penting, termasuk pelaksanaan Porprov Jatim yang berpotensi terganggu.

Calon Ketua Umum PSSI Jatim, Raja Siahaan, menilai ketidakpastian yang berlarut hanya akan memperburuk situasi. Ia menegaskan bahwa solusi terbaik adalah segera menggelar kongres.

“Semakin cepat kongres digelar, semakin baik. Penundaan hanya memperpanjang ketidakpastian,” ujarnya.

Meski tekanan terus meningkat, Forum Sepak Bola Jatim masih memberi waktu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Jatim, Khairul Anwar, untuk mengambil langkah. Surat resmi kepada PSSI Pusat dijadwalkan dikirim pada 5 Mei 2026. Namun, kesabaran para pemangku kepentingan mulai menipis.

Sesuai aturan organisasi, PSSI memiliki batas waktu 14 hari untuk memberikan respons. Jika tidak ada kejelasan, eskalasi konflik dipastikan akan meningkat.

Juru Bicara Forum Sepak Bola Jatim, Saiful Anwar, menyebut kondisi sepak bola Jatim saat ini sudah jauh dari ideal. Ia bahkan menyoroti adanya sejumlah keputusan yang dianggap tidak sesuai aturan.

“Penunjukan kepengurusan oleh Plt jelas melanggar ketentuan. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi berpotensi merusak tatanan organisasi,” tegasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut