Panas! PSSI Jatim Ditekan Gelar Kongres, Ribuan Massa Disiapkan Protes Berangkat ke Jakarta
Dukungan terhadap percepatan kongres juga datang dari daerah. Ketua Askot Surabaya, Rocky Magbal, menilai kondisi yang berlarut-larut akan berdampak langsung pada pembinaan dan kompetisi.
“Kami butuh kepastian. Semua agenda, mulai kompetisi hingga pembinaan, bergantung pada kejelasan kepengurusan. Kalau ini terus dibiarkan, dampaknya serius,” katanya.
Forum pun menegaskan bahwa tidak ada opsi lain selain segera menggelar kongres pemilihan. Jika tuntutan terus diabaikan, mereka siap menggelar aksi langsung ke Jakarta.
“Kalau tidak ada kepastian, kami akan bergerak. Ini peringatan serius,” ujar Saiful.
Ancaman tersebut bukan tanpa persiapan. Ketua PSSI Kabupaten Pamekasan, Abdul Rozak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan mobilisasi massa dalam jumlah besar.
“Kami siapkan 20 bus. Setiap Askab bisa mengirim sekitar 200 orang. Jika semua bergerak, ribuan orang akan turun ke Jakarta,” ungkapnya.
Tekanan ini dipicu kondisi mendesak di tingkat akar rumput. Setidaknya 18 Askab dan Askot di Jawa Timur akan segera habis masa kepengurusannya. Tanpa kongres, roda organisasi terancam tersendat, pembinaan berhenti, dan kompetisi kehilangan arah.
Dampak lanjutan juga mengintai. Pelaksanaan Porprov Jatim berpotensi terganggu, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi boikot dari sejumlah cabang olahraga, termasuk futsal dan sepak bola putri.
“Situasi ini bisa berkembang menjadi krisis. Sepak bola Jatim sedang berada di titik rawan,” pungkas Saiful.
Forum Sepak Bola Jatim memastikan tidak akan mundur. Mereka menuntut kepastian konkret dari PSSI Pusat. Jika tidak ada respons, aksi besar diprediksi akan meledak dan menjadikan Jakarta sebagai pusat gelombang protes insan sepak bola Jawa Timur.
Editor: Arif Ardliyanto