get app
inews
Aa Text
Read Next : Jatim Diminta Menteri PKP Naikkan Produksi Rumah Subsidi, 1,8 Juta Warga Masih Belum Punya Hunian

Fantastis! Bantuan Perumahan di Jatim Melonjak Tajam Dari 3 Ribu ke 33 Ribu Rumah

Senin, 04 Mei 2026 | 09:45 WIB
header img
Bantuan perumahan di Jawa Timur melonjak dari 3.000 menjadi 33.000 unit. Surabaya jadi pusat penggerak dengan program BSPS, KUR perumahan, dan kolaborasi swasta. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Program bantuan perumahan di Jawa Timur mencatat lonjakan signifikan pada tahun ini. Jika sebelumnya hanya sekitar 3.000 unit, kini jumlahnya melejit hingga 33.000 unit, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu penerima bantuan terbesar di Indonesia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turun langsung meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa peningkatan alokasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Maruarar, Surabaya memainkan peran kunci dalam keberhasilan program ini. Kota Pahlawan dinilai mampu mengintegrasikan perbaikan rumah tidak layak huni dengan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui akses pembiayaan yang terjangkau.

“Di Surabaya ini skalanya paling besar. Kami tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga memastikan ekonomi keluarga ikut tumbuh. Ada program KUR Perumahan melalui Bank BTN dan PNM Mekaar dengan bunga sangat rendah, sekitar 0,5 persen per bulan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir,” ujarnya.

Tak hanya berdampak pada penerima bantuan, program ini juga diprediksi memicu efek berganda (multiplier effect) yang luas. Dari total 33.000 unit rumah yang diperbaiki, diperkirakan mampu menyerap hingga 99.000 tenaga kerja. Dampaknya bahkan meluas ke sektor lain seperti transportasi logistik hingga pelaku UMKM toko bangunan.

“Pergerakan ekonomi akan terasa di banyak lini. Warung makan di sekitar proyek juga akan hidup karena kebutuhan para pekerja. Ini efek yang sangat besar,” tambahnya.

Di sisi lain, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Surabaya tidak lepas dari budaya gotong royong yang dikembangkan melalui program Kampung Pancasila.

Eri menjelaskan, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya sebenarnya hanya mampu memperbaiki sekitar 2.400 unit rumah per tahun. Namun, berkat sinergi dengan pemerintah pusat dan sektor swasta, angka tersebut melonjak tajam.

“Tahun ini kami optimistis bisa mencapai 4.000 unit. Dari APBD sekitar 2.400 unit, kemudian dukungan Kementerian PKP 1.000 unit, sisanya berasal dari kolaborasi dengan pengembang besar seperti Pakuwon dan Ciputra,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Melalui pendekatan Kampung Pancasila, Pemkot Surabaya berhasil mengajak para pelaku usaha untuk ikut berkontribusi dalam program sosial tersebut.

“Saya ajak pengusaha terlibat, lalu saya tunjukkan hasilnya. Ketika mereka melihat dampaknya nyata, kepercayaan tumbuh dan dukungan terus mengalir,” katanya.

Selain fokus pada perbaikan rumah, pemerintah juga mulai mengarahkan pengembangan hunian ke konsep vertikal. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana pembangunan Rumah Susun Milik (Rusunami) yang menyasar generasi muda di Surabaya.

Eri mengakui, keterbatasan lahan di pusat kota menjadi tantangan utama untuk pembangunan rumah subsidi tapak. Oleh karena itu, pengembangan akan difokuskan ke kawasan Surabaya Raya, sementara di dalam kota diarahkan ke hunian vertikal.

“Untuk rumah subsidi, arahnya ke Surabaya Raya. Sedangkan di dalam kota, kami akan mengembangkan Rusunami sesuai arahan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta, lonjakan bantuan perumahan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Jawa Timur.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut