Tak Lagi Melelahkan, Proses Haji Surabaya Kini Lebih Cepat Tidak Perlu Antre Lama
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan cuaca ekstrem di Tanah Suci yang bisa mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius. Para jamaah diminta mempersiapkan diri dengan perlindungan seperti topi atau payung serta menjaga asupan cairan agar tetap fit selama beribadah.
Tak kalah penting, ia mengingatkan jamaah untuk tetap sabar, terutama saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang kerap diwarnai kondisi padat dan harus saling menunggu.
“Kalau merasa kurang sehat, jangan ragu melapor. Setiap kloter sudah dilengkapi tenaga medis,” tegasnya.
Dalam momen penuh makna tersebut, Eri juga menitipkan doa untuk Kota Surabaya. Ia berharap keberangkatan jamaah haji tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.
“Semoga Surabaya semakin guyub, rukun, dan menjadi kota yang penuh berkah. Kami titip doa dari Tanah Suci,” tuturnya dengan penuh harap.
Menutup pesannya, Eri Cahyadi berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga menyampaikan rencananya untuk menyusul berangkat pada 19 Mei mendatang.
Di balik perubahan sistem yang lebih modern, satu hal tetap sama: harapan dan doa yang mengiringi setiap langkah jamaah menuju Tanah Suci—perjalanan yang bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang ketulusan, kesabaran, dan keikhlasan.
Editor : Arif Ardliyanto