get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisnis Emas Tumbuh di Jatim, Pegadaian Catat Kelolaan 153 Ton dan Laba Tembus Rp5,51 Triliun

Rupiah Melemah, Investor Indonesia Mulai Serbu Properti Luar Negeri, Ini Kata Konsultan Investasi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:05 WIB
header img
Pelemahan rupiah mendorong investor Indonesia beralih ke properti luar negeri. Potensi untung bisa tembus 30 persen dari sewa, kenaikan harga, hingga selisih kurs. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketidakpastian nilai tukar rupiah mulai mengubah arah investasi masyarakat Indonesia. Jika sebelumnya instrumen domestik menjadi pilihan utama, kini banyak investor beralih melirik pasar global, khususnya sektor properti luar negeri yang dinilai lebih menjanjikan.

Fenomena ini menjadi sorotan World Property Insight (WPI), konsultan properti global yang melihat tren peningkatan minat investasi lintas negara di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Director of Training & Development World Property Insight, Chariie Lim, mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap melemahnya rupiah menjadi faktor utama di balik pergeseran ini.

“Banyak investor merasa menyimpan dana dalam rupiah tidak lagi cukup aman. Meskipun ada bunga deposito, nilainya tetap tergerus pelemahan kurs. Karena itu, mereka mulai mencari alternatif untuk menempatkan aset di luar negeri,” ujar Chariie.

Menurutnya, properti menjadi instrumen yang menarik karena menawarkan keuntungan berlapis. Selain potensi pendapatan dari sewa, investor juga bisa menikmati kenaikan harga aset serta keuntungan dari selisih nilai tukar.

Ia mencontohkan investasi properti di Malaysia. Pada awal 2025, nilai tukar ringgit berada di kisaran Rp3.600 dan kini telah menyentuh sekitar Rp4.400.

“Artinya, tanpa melakukan apa pun, investor sudah mendapatkan keuntungan lebih dari 20 persen dari kurs saja. Jika ditambah hasil sewa sekitar 5–6 persen dan kenaikan harga properti 6–7 persen, total keuntungan bisa melampaui 30 persen dalam setahun,” jelasnya.

Sementara itu, Managing Director World Property Insight, Bambang Budiono, menegaskan pentingnya strategi diversifikasi dalam berinvestasi.

“Investor tidak boleh menempatkan seluruh dana di satu negara. Sebaiknya dibagi, sebagian di dalam negeri dan sebagian di luar negeri, agar risiko bisa ditekan jika terjadi gejolak pasar,” kata Bambang.

Ia juga menilai properti sebagai instrumen yang relatif stabil dibandingkan aset lain seperti saham atau emas digital.

“Properti memiliki bentuk fisik yang jelas dan tidak mudah hilang. Selain itu, aset ini bisa disewakan sehingga menghasilkan pendapatan yang cenderung stabil,” ujarnya.

Dari sisi pengelolaan, CEO Next Level Property, Yenny Hendrawati, menyebut investasi properti luar negeri kini semakin praktis.

“Mayoritas investor Indonesia memilih apartemen karena sudah dilengkapi manajemen properti. Mulai dari penyewaan hingga perawatan ditangani, sehingga pemilik tidak perlu terlibat langsung,” terang Yenny.

Ia menambahkan, destinasi favorit investor masih didominasi Malaysia dan Australia, disusul Jepang dan sejumlah negara di Eropa. Kawasan seperti Kuala Lumpur dan Johor menjadi incaran karena infrastruktur yang matang serta prospek pertumbuhan yang kuat.

Di sisi lain, Finance Director World Property Insight, Erika Lee, mengakui bahwa tantangan utama ada pada proses administrasi.

“Biasanya kendala muncul pada dokumen, seperti kebutuhan terjemahan bahasa Inggris dan pengiriman dokumen asli. Namun secara umum, proses pembelian cukup mudah dan bahkan bisa dimulai hanya dengan paspor,” jelas Erika.

Project Director World Property Insight, Henry Nugroho, menambahkan bahwa tren ini diperkirakan terus berlanjut sepanjang 2026.

“Kami melihat peningkatan minat yang cukup signifikan. Ini bukan semata karena harga properti luar negeri naik, tetapi karena pelemahan rupiah membuat nilai investasinya terlihat lebih tinggi,” ungkap Henry.

Meski demikian, WPI tetap aktif memasarkan proyek dalam negeri di berbagai kota seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, Surabaya, hingga Jakarta.

“Kami menjembatani investor dengan berbagai pilihan, baik di dalam maupun luar negeri, melalui jaringan global yang kini telah menjangkau 18 negara,” kata Bambang.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut