Surabaya Bidik Pasar Global, UMKM Mulai Diarahkan Incar Perdagangan dan Ekspor ke Malaysia
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya periode 2024-2029 resmi dilantik di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Minggu (17/5/2026) malam. Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum penguatan arah bisnis Surabaya menuju pasar internasional, khususnya Malaysia.
Sebanyak 155 pengurus dilantik langsung oleh Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto. Acara itu turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Surabaya, pelaku usaha, hingga perwakilan berbagai sektor industri.
Ketua Kadin Surabaya HM Ali Affandi LNM menegaskan, kepengurusan baru akan fokus memperluas jejaring perdagangan dan membuka akses pasar luar negeri bagi pelaku usaha Surabaya. Salah satu target utama yang mulai digarap adalah pasar Malaysia yang dinilai memiliki potensi besar bagi produk dan jasa asal Surabaya.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Andi itu, pengalaman misi dagang ke Malaysia memberikan gambaran nyata bahwa produk lokal Surabaya memiliki daya saing tinggi di pasar regional Asia Tenggara.
“Dalam misi dagang ke Malaysia, kami melihat langsung bagaimana produk dan potensi usaha Surabaya memiliki peluang besar masuk pasar global. Ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Mas Andi menjelaskan, kedekatan geografis dan hubungan perdagangan yang kuat antara Indonesia dan Malaysia membuka peluang besar bagi sektor UMKM, perdagangan jasa, logistik, hingga industri kreatif Surabaya.
Produk makanan halal, fashion muslim, produk olahan, hingga jasa logistik dan perdagangan dinilai memiliki potensi berkembang di negeri jiran tersebut. Selain itu, kebutuhan pasar Malaysia terhadap produk berkualitas dengan harga kompetitif menjadi peluang yang mulai dibidik Kadin Surabaya.
Kadin Surabaya pun mendorong para pelaku usaha agar tidak hanya bermain di pasar lokal. Organisasi tersebut ingin membawa Surabaya menjadi kota bisnis yang lebih kompetitif di tingkat internasional.
“Kadin Surabaya tidak boleh hanya berpikir lokal. Kita harus membawa Surabaya menjadi kota yang semakin global,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto