Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi Jatim Tumbuh 5',72 Persen, Bos Pembiayaan Ungkap Prospek Ekonomi Kedepan
Advertisement . Scroll to see content

Ekonomi Jatim Masih Ngebut, APBN Catat Pendapatan Rp167,52 Triliun hingga Agustus 2026

Kamis, 17 September 2026 | 16:26 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Ekonomi Jatim Masih Ngebut, APBN Catat Pendapatan Rp167,52 Triliun hingga Agustus 2026
APBN di Jatim hingga Agustus 2026 mencatat pendapatan Rp167,52 triliun. Ekonomi Jatim tumbuh 5,80 persen, ditopang industri dan konsumsi rumah tangga. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Aktivitas ekonomi Jawa Timur masih menunjukkan daya tahan hingga memasuki paruh kedua 2026. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Timur yang mencatat pendapatan negara Rp167,52 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Realisasi tersebut setara 59,88 persen dari target yang ditetapkan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pendapatan negara di Jawa Timur tumbuh 8,89 persen.

Capaian fiskal itu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi regional. Hingga triwulan II 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,80 persen secara kumulatif.

Dari sisi produksi, industri pengolahan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian dengan kontribusi 31,11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang 60,85 persen.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur Max Darmawan menilai capaian penerimaan negara tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Timur masih berjalan.

“Sampai dengan 31 Agustus 2026, pendapatan negara di Jawa Timur mencapai Rp167,52 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Timur masih terjaga dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara,” ujar Max.

Dari keseluruhan pendapatan negara tersebut, penerimaan perpajakan memberikan kontribusi Rp161,44 triliun atau 59,03 persen dari target.

Penerimaan pajak sendiri mencapai Rp71,19 triliun. Realisasi tersebut berada di level 58,19 persen dari target sekaligus mencatat pertumbuhan 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah komponen pajak ikut mencatat pertumbuhan. Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) badan mencapai Rp12,09 triliun atau tumbuh 13,47 persen.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut