Rupiah Melemah, Investor Indonesia Mulai Serbu Properti Luar Negeri, Ini Kata Konsultan Investasi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketidakpastian nilai tukar rupiah mulai mengubah arah investasi masyarakat Indonesia. Jika sebelumnya instrumen domestik menjadi pilihan utama, kini banyak investor beralih melirik pasar global, khususnya sektor properti luar negeri yang dinilai lebih menjanjikan.
Fenomena ini menjadi sorotan World Property Insight (WPI), konsultan properti global yang melihat tren peningkatan minat investasi lintas negara di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Director of Training & Development World Property Insight, Chariie Lim, mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap melemahnya rupiah menjadi faktor utama di balik pergeseran ini.
“Banyak investor merasa menyimpan dana dalam rupiah tidak lagi cukup aman. Meskipun ada bunga deposito, nilainya tetap tergerus pelemahan kurs. Karena itu, mereka mulai mencari alternatif untuk menempatkan aset di luar negeri,” ujar Chariie.
Menurutnya, properti menjadi instrumen yang menarik karena menawarkan keuntungan berlapis. Selain potensi pendapatan dari sewa, investor juga bisa menikmati kenaikan harga aset serta keuntungan dari selisih nilai tukar.
Ia mencontohkan investasi properti di Malaysia. Pada awal 2025, nilai tukar ringgit berada di kisaran Rp3.600 dan kini telah menyentuh sekitar Rp4.400.
“Artinya, tanpa melakukan apa pun, investor sudah mendapatkan keuntungan lebih dari 20 persen dari kurs saja. Jika ditambah hasil sewa sekitar 5–6 persen dan kenaikan harga properti 6–7 persen, total keuntungan bisa melampaui 30 persen dalam setahun,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto