get app
inews
Aa Text
Read Next : Klarifikasi Lengkap AKPI dan Polrestabes Surabaya Terkait Isu Penangkapan Oknum Pengacara

Pengangguran Tertinggi di Jatim Didominasi Lulusan Universitas

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:28 WIB
header img
Ilustrasi, sarjana menjadi penyumbang pengangguran di Jatim. (Foto: AI).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur (Jatim) pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).

“Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 3 hingga 4 orang masih menganggur. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,06 persen dibandingkan kondisi Februari 2025,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim, Herum Fajarwati dalam rilisnya, Rabu (6/5/2026).

Pengangguran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja. Namun sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, telah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa). TPT merupakan indikator penting untuk mengukur tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja, sekaligus mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan tenaga kerja.

Data BPS Jatim mencatat, berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki pada Februari 2026 sebesar 3,78 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 3,24 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya, TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,27 persen. Sementara TPT perempuan justru mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen.

Jika ditinjau menurut wilayah tempat tinggal, TPT di daerah perkotaan tercatat sebesar 4,09 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 2,68 persen. Dibandingkan Februari 2025, TPT perkotaan meningkat sebesar 0,33 persen. Sedangkan TPT perdesaan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 0,72 persen.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pola TPT pada Februari 2026 menunjukkan sedikit perubahan dibandingkan periode sebelumnya. TPT tertinggi tercatat pada lulusan universitas (S1/S2/S3), yaitu sebesar 6,04 persen.

Sementara itu, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang pada Februari 2025 mencatat TPT tertinggi sebesar 5,87 persen, pada Februari 2026 berada di posisi ketiga dengan angka 5,73 persen. Adapun TPT terendah terdapat pada kelompok pendidikan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah, belum tamat SD, atau tamat SD), yaitu sebesar 1,32 persen.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut