Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bos dan Profesional Wajib Tahu, Ini Perubahan Kebutuhan Laptop di Era Kerja Hybrid
Advertisement . Scroll to see content

Teknologi AI di Laptop Makin Canggih, Adaptasi Konsumen Masih Jadi Tantangan

Jum'at, 08 Mei 2026 | 04:54 WIB
  • author Saiful Arif
Teknologi AI di Laptop Makin Canggih, Adaptasi Konsumen Masih Jadi Tantangan
Asus menghadirkan ExpertBook Ultra dengan teknologi AI dan desain ringan. Namun, harga premium dan kesiapan pasar menjadi perhatian utama. Foto iNewsSurabaya.id/fahrezi

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Ketidakpastian ekonomi global akibat konflik Israel dan Iran mulai berdampak pada berbagai sektor industri, termasuk teknologi. Di tengah situasi tersebut, produsen laptop Asus tetap agresif meluncurkan perangkat premium berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Namun di balik berbagai fitur canggih yang ditawarkan, kehadiran Asus ExpertBook Ultra juga memunculkan tantangan tersendiri, terutama terkait kebutuhan pasar terhadap laptop bisnis premium yang dinilai memiliki spesifikasi tinggi tetapi belum tentu terjangkau bagi semua kalangan profesional.

Peluncuran Asus ExpertBook Ultra dilakukan dalam acara resmi di Pullman Hotel Jakarta Central Park, Jakarta. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat bisnis berbasis AI yang mengutamakan desain tipis, mobilitas tinggi, dan performa untuk kebutuhan kerja modern.

Perangkat tersebut memiliki bobot di bawah 1 kilogram dengan ketebalan hanya 1,09 sentimeter. Asus membekalinya dengan prosesor Intel Core Ultra X9 Series 3 yang telah mendukung pemrosesan AI melalui Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS.

Meski membawa teknologi terbaru, penggunaan fitur AI secara maksimal juga diperkirakan membutuhkan adaptasi pengguna dan dukungan ekosistem kerja yang memadai. Tidak semua perusahaan maupun pekerja profesional saat ini telah siap mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Co-CEO Asus, S.Y. Hsu, mengatakan perkembangan AI dan sistem kerja hybrid menjadi alasan utama perusahaan menghadirkan perangkat tersebut.

Menurutnya, kebutuhan perangkat kerja kini tidak hanya soal portabilitas, tetapi juga kemampuan menjalankan berbagai proses berbasis AI dengan cepat dan efisien.

“Asus ExpertBook Ultra dirancang untuk mendukung kebutuhan profesional modern yang membutuhkan performa AI, mobilitas, dan desain premium dalam satu perangkat,” ujarnya.

Di sektor pendinginan, Asus menyematkan sistem Asus ExpertCool Pro yang diklaim mampu menjaga stabilitas performa prosesor saat digunakan untuk pekerjaan berat. Kendati demikian, performa tinggi biasanya juga berbanding lurus dengan konsumsi daya dan harga perangkat yang lebih tinggi dibanding laptop bisnis konvensional.

Laptop ini juga dibekali grafis Intel Arc B390 terintegrasi untuk mendukung pengolahan visual, editing video, hingga komputasi AI. Sementara untuk memori, Asus menghadirkan RAM LPDDR5x hingga 64GB dan penyimpanan PCIe Gen5 SSD hingga 2TB.

Pada bagian layar, ExpertBook Ultra menggunakan panel sentuh 14 inci 3K Tandem OLED dengan refresh rate 120Hz serta tingkat kecerahan mencapai 1.400 nits HDR. Spesifikasi tersebut memang menawarkan kualitas visual premium, tetapi berpotensi membuat harga perangkat semakin tinggi di tengah daya beli pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Asus juga menyematkan fitur AI lokal melalui MyExpert AI yang terintegrasi dengan Microsoft Copilot+. Fitur ini memungkinkan transkripsi rapat, penerjemahan, hingga pencarian dokumen berbasis AI langsung di perangkat tanpa bergantung penuh pada layanan cloud.

Senior Partner Development Manager Commercial Device & Solution Sales Asia Microsoft, Lee Edgerton, menyebut pemrosesan AI lokal menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keamanan data perusahaan.

“Pemrosesan AI secara lokal membantu menghadirkan respons lebih cepat sekaligus menjaga data sensitif tetap aman di perangkat,” katanya.

Selain itu, Asus mengklaim baterai 70Wh pada ExpertBook Ultra mampu bertahan hingga 26 jam penggunaan. Laptop ini juga dilengkapi fitur fast charging dan keamanan enterprise seperti TPM 2.0, dual self-healing BIOS, sensor sidik jari, serta Windows Hello IR facial recognition.

Meski menawarkan teknologi mutakhir, tantangan terbesar laptop AI premium seperti ExpertBook Ultra tetap berada pada aspek harga, kebutuhan pasar, dan kesiapan pengguna dalam memanfaatkan fitur AI secara optimal di tengah kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut