get app
inews
Aa Text
Read Next : Legenda Persebaya Ini Pantau Pemain Muda Suryanaga Connection, Cari Anak untuk Ikut Soeratin U-17

Liga Progresif 4 Surabaya Jadi Sorotan, Terapkan Fingerprint untuk Cegah Manipulasi Usia

Minggu, 10 Mei 2026 | 08:18 WIB
header img
Kompetisi Liga Progresif 4 di Surabaya menghadirkan inovasi fingerprint pemain demi menciptakan pembinaan sepak bola usia dini yang profesional dan transparan. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di saat pembinaan sepak bola nasional masih menuai kritik karena dianggap jalan di tempat, Surabaya justru menunjukkan geliat berbeda. Liga Progresif 4 tahun 2026 resmi bergulir di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (9/5/2026), membawa semangat baru pembinaan usia dini dengan sistem yang mulai mengarah ke kompetisi modern dan profesional.

Kompetisi resmi yang kini memasuki musim keempat itu diikuti 28 klub dan sekolah sepak bola (SSB) dari kategori U-13, U-15, hingga U-17. Sejak pertandingan pertama dimulai, atmosfer persaingan langsung terasa ketat dan kompetitif.

Di kelompok U-15, laga pembuka mempertemukan Farfaza melawan New Star Salam (NSS). Sementara kategori U-13 menghadirkan duel Gartifa kontra Elfaza. Adapun di kelompok U-17, Maestro berhadapan dengan Bintang Utama dalam pertandingan yang menarik perhatian penonton sejak menit awal.


Kompetisi Liga Progresif 4 di Surabaya menghadirkan inovasi fingerprint pemain demi menciptakan pembinaan sepak bola usia dini yang profesional dan transparan. Foto iNewsSurabaya.id/alup

Namun Liga Progresif 4 bukan sekadar turnamen mingguan biasa. Kompetisi ini membawa misi besar membangun fondasi sepak bola usia muda yang lebih tertata dan disiplin.

Salah satu langkah yang paling menyita perhatian musim ini adalah penerapan sistem fingerprint untuk seluruh pemain peserta. Digitalisasi identitas pemain tersebut diterapkan guna meminimalisasi potensi manipulasi usia yang selama ini kerap menjadi persoalan dalam kompetisi kelompok umur.

Langkah itu juga dianggap sebagai sinyal bahwa pembinaan sepak bola akar rumput di Surabaya mulai bergerak menuju sistem yang lebih profesional dan transparan.

Koordinator Liga Progresif, Coach Emil, menegaskan bahwa orientasi utama kompetisi bukan hanya mengejar kemenangan, melainkan membentuk karakter dan mental bertanding pemain muda sejak dini.

“Alhamdulillah, kami selaku panitia akan terus konsisten dalam pembinaan. Moto kami jelas, proses harus lebih utama dibanding hasil pertandingan. Liga ini kami harapkan menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda sepak bola sekaligus membangun sportivitas dan kepatuhan terhadap perangkat pertandingan,” ujar Coach Emil.

Pelaksanaan Liga Progresif 4 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Disbudporapar Kota Surabaya, PSSI Surabaya, BPJS Ketenagakerjaan Juanda, hingga RS Ubaya yang selama empat musim terakhir mendukung sektor kesehatan pertandingan.

Exco PSSI Surabaya sekaligus Ketua PS Mitra, Abdullah, menegaskan kompetisi tersebut merupakan ajang resmi yang telah memperoleh rekomendasi dari PSSI Askot Surabaya.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Surabaya melalui penggunaan Lapangan ABC GBT menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia muda.

“Kompetisi ini legal dan sah karena mendapat rekomendasi resmi PSSI Askot Surabaya. Dukungan Disbudporapar Surabaya melalui penggunaan Lapangan ABC GBT menjadi bukti nyata perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia muda,” tegas Abdullah.

Ia menilai keberadaan kompetisi berkelanjutan seperti Liga Progresif menjadi sangat penting di tengah banyaknya turnamen usia dini yang bermunculan tanpa konsep pembinaan yang jelas.

Konsistensi penyelenggaraan dinilai menjadi kunci utama menjaga regenerasi pemain muda Surabaya agar tetap berjalan dan mampu melahirkan talenta baru di masa depan.

Dengan kombinasi kompetisi berjenjang, dukungan stakeholder, hingga penerapan teknologi fingerprint, Liga Progresif 4 kini mulai dipandang bukan hanya sebagai ajang pertandingan, tetapi juga laboratorium pembinaan sepak bola muda Surabaya menuju level yang lebih modern, disiplin, dan kompetitif.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut