Konversi LPG ke CNG Harus Jadi Jalan Pulang Kekayaan Madura
JAKARTA. iNewsSerpong.id - Founder Bandar Gas Madura (Bagasmara), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menekankan pentingnya keadilan bagi masyarakat Madura dalam transisi energi nasional dari LPG ke CNG.
Sebagai wilayah yang memasok sekitar 70 persen kebutuhan industri Jawa Timur, Madura selama ini dinilai hanya menjadi penonton karena kekayaan gasnya langsung dialirkan keluar melalui pipa laut tanpa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga lokal.
Gus Lilur menyebut kondisi ini sebagai ironi struktural yang memicu Amanat Penderitaan Rakyat Madura (Ampera). Ia mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengulangi pola lama di mana daerah penghasil tetap miskin sementara nilai tambah dinikmati konglomerasi besar.
Baginya, konversi energi kedua ini harus menjadi momentum koreksi sejarah untuk memastikan gas Madura benar-benar menyejahterakan dapur rakyat, pesantren, dan UMKM di pulau tersebut.
Agar kebijakan ini tepat sasaran, Gus Lilur meminta pemerintah melibatkan BUMD, pengusaha lokal, dan koperasi Madura dalam pengelolaan infrastruktur strategis seperti stasiun induk gas atau mother station.
Kemitraan ini tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus mencakup kepemilikan saham dan alih teknologi.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat lokal, konversi ke CNG diharapkan mampu menciptakan kemandirian energi nasional sekaligus menghapus ketimpangan ekonomi di Madura.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar