Anggota DPR Ahmad Dhani Tinjau Gudang Bulog, Cadangan Beras Jatim Dipastikan Aman
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketersediaan stok beras di Jawa Timur (Jatim) dipastikan dalam kondisi aman dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 18 bulan ke depan. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Jatim sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut diketahui saat Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, melakukan peninjauan ke Kompleks Pergudangan Banjarkemantren Kanca Surabaya di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam peninjauan itu terungkap, Jatim memiliki jaringan penyimpanan beras yang besar dan terintegrasi. Terdapat 31 unit gudang beras di wilayah Sidoarjo serta 13 kantor cabang yang mengelola total 223 gudang di berbagai daerah di Jatim.
Gudang-gudang tersebut menjadi pusat penyimpanan sekaligus distribusi cadangan pangan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan beras di masyarakat.
Berdasarkan data di lapangan, stok beras yang tersimpan saat ini berada dalam kondisi baik dan kualitasnya tetap terjaga. Jumlah cadangan yang tersedia diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim hingga satu setengah tahun ke depan.
Tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah sendiri, Bulog Jatim juga memiliki kapasitas distribusi yang mampu menyuplai kebutuhan beras ke 16 provinsi lain di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan surplus pangan Jatim masih sangat kuat.
Ahmad Dhani menilai kondisi itu menjadi bukti keberhasilan penguatan sektor pangan nasional yang terus dilakukan pemerintah.
“Sejak tahun 2025, Indonesia resmi tidak lagi melakukan impor beras. Ini merupakan langkah besar dalam sejarah kemandirian pangan kita setelah bertahun-tahun bergantung pada pasokan luar negeri,” ujar Ahmad Dhani, Kamis (14/5/2026).
Selain memastikan stok aman, peninjauan tersebut juga menyoroti komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani melalui kebijakan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Menurut Ahmad Dhani, kebijakan tersebut penting untuk menjaga semangat petani dalam mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kebijakan harga Rp6.500 per kilogram ini wajib dilindungi. Hak dan kesejahteraan petani adalah prioritas agar mereka tetap semangat menjaga produktivitas pertanian,” katanya.
Dia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, dan petani terus diperkuat agar stabilitas harga, distribusi, dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.
Editor : Arif Ardliyanto