Dramatis! Adu Penalti Warnai Final Sepakbola Putri Surabaya, Legenda Persebaya Beri Komentar Begini
Kedua tim saling menyerang hingga akhir pertandingan, tetapi tidak ada tambahan gol tercipta. Skor 1-1 membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Drama semakin terasa ketika skor penalti tetap imbang 5-5. Sesuai regulasi turnamen, penentuan juara dilakukan melalui coin toss. Kesempatan menendang diperoleh SDN Pacarkeling V/186 B dan Darleine Maryam Khairunisa berhasil menjalankan tugas dengan sempurna untuk memastikan kemenangan timnya.
Keberhasilan ini sekaligus menggagalkan ambisi SDN Manukan Kulon meraih dua gelar sekaligus di KU 10 dan KU 12.
Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang tampil penuh semangat sepanjang turnamen.
“Saya sebenarnya tidak menyangka bisa sampai final karena rata-rata usia pemain kami masih 10 tahun. Mereka luar biasa, terutama saat adu penalti. Ini hasil latihan jangka panjang dan kerja keras bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Locita yang dinobatkan sebagai Best Player KU 12 mengatakan semangat pantang menyerah menjadi kunci kebangkitan timnya.
“Kami sempat tertinggal, tapi saya yakin pertandingan masih panjang. Kami terus menyemangati satu sama lain sampai akhirnya bisa menyamakan skor dan menang penalti,” kata Locita.
Final kategori KU 10 juga berlangsung tak kalah seru. SDN Manukan Kulon berhasil menjadi juara setelah menundukkan SDN DR. Sutomo V/327 lewat babak adu penalti.
SDN DR. Sutomo V/327 tampil agresif sejak awal laga. Shezan Azarine Fahima membawa timnya unggul cepat pada menit kedua sebelum Nayla Nur Hafizah menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol tidak membuat SDN Manukan Kulon menyerah. Mereka memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas jarak jauh dari Keyvara Malayeka hingga skor menjadi 2-1 di akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, SDN DR. Sutomo V/327 kembali menjauh lewat gol chip Adiba Utomo Putro yang membuat skor berubah menjadi 3-1.
Namun kebangkitan luar biasa diperlihatkan SDN Manukan Kulon. Keyvara kembali mencetak gol pada menit ke-24 sebelum melengkapi hat-trick tiga menit kemudian untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal usai dan pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Pada momen penentuan tersebut, SDN Manukan Kulon tampil lebih tenang dan sukses memastikan kemenangan.
Keyvara mengaku motivasi dari pelatih menjadi faktor utama kebangkitan timnya.
“Pelatih bilang kami tidak boleh menyerah dan harus terus mengejar gol. Alhamdulillah saya bisa membantu tim dan akhirnya kami juara,” ucapnya.
Jacksen F Tiago Sebut Talenta Sepak Bola Putri Surabaya Sangat Besar
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas pemain putri di Surabaya mengalami perkembangan signifikan. Menurutnya, ekosistem sepak bola putri di Kota Pahlawan sudah terbentuk cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut banyak pemain potensial yang berpeluang masuk skuad MilkLife Soccer Challenge All Star untuk tampil di Kudus pada pertengahan Juni mendatang.
“Potensi pemain putri Surabaya sangat besar. Dari postur, teknik, hingga pengalaman bertanding sudah cukup matang. Jika terus dibina dengan baik, mereka bisa bersaing di level lebih tinggi,” ujar Jacksen.
Legenda Persebaya Surabaya itu juga berharap kompetisi sepak bola putri usia dini terus digelar secara berkelanjutan agar para pemain memiliki jam terbang dan pengalaman bertanding yang lebih banyak.
Sementara itu, Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2025–2026, Edi Supriyanto, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Surabaya terhadap turnamen tersebut.
Menurutnya, semakin banyak peserta yang ikut, maka peluang lahirnya talenta-talenta baru sepak bola putri Indonesia juga semakin besar.
Perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, turut mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MLSC di Jawa Timur. Ia berharap pembinaan tidak hanya fokus kepada pemain, tetapi juga peningkatan kualitas pelatih agar sepak bola putri semakin berkembang di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto