Nyeri Lutut dan Panggul Banyak Serang Usia Produktif, Ini Penyebabnya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keluhan nyeri lutut dan panggul kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Di tengah gaya hidup modern yang minim gerak namun sarat aktivitas fisik berat, gangguan sendi justru mulai banyak menyerang kelompok usia produktif.
Kondisi ini menjadi perhatian serius dunia medis. Banyak masyarakat usia muda datang dengan keluhan nyeri saat berjalan, sulit berdiri lama, hingga gangguan aktivitas akibat masalah pada sendi lutut maupun panggul.
Melihat tren tersebut, RS Adi Husada Undaan Wetan menghadirkan layanan khusus penanganan sendi melalui Surabaya Hip and Knee Clinic yang berada di Gedung Adi Husada Medical Center (AMC) lantai 3.
Layanan ini didukung dokter spesialis ortopedi konsultan hip dan knee, dr. Faesal Abdarrab Maodah, bersama Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan, dr. Edwin Ongkorahardjo.
Direktur RS Adi Husada Undaan Wetan, dr. Edwin Ongkorahardjo, mengatakan peningkatan kasus nyeri sendi menjadi perhatian penting dalam pengembangan layanan ortopedi rumah sakit.
“Keluhan nyeri pada lutut dan panggul kini tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Hal ini menjadi perhatian kami dalam peningkatan layanan kesehatan sendi,” ujarnya.
Fenomena ini tidak muncul tanpa sebab. Pola hidup sedentari atau kurang bergerak, obesitas, aktivitas olahraga berlebihan, hingga kebiasaan postur tubuh yang salah dalam jangka panjang menjadi faktor utama meningkatnya kasus gangguan sendi di usia muda.
Menurut dr. Faesal Abdarrab Maodah, saat ini pola gangguan sendi mengalami perubahan yang cukup signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
“Gangguan pada sendi panggul dan lutut saat ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh gaya hidup kurang aktif, obesitas, aktivitas fisik berlebihan, cedera olahraga, hingga kebiasaan postur tubuh yang kurang tepat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Ia menegaskan, penanganan masalah sendi tidak cukup hanya mengandalkan terapi medis. Perubahan gaya hidup juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan maupun pencegahan.
“Karena itu, penanganan tidak hanya fokus pada terapi medis, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui perubahan pola hidup,” tambahnya.
Surabaya Hip and Knee Clinic menyediakan layanan pemeriksaan menyeluruh, diagnosis, terapi medis, hingga rehabilitasi bagi pasien dengan gangguan pada area panggul dan lutut. Klinik ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan penanganan lebih cepat sebelum kondisi semakin parah.
Selain pengobatan, masyarakat juga diimbau mulai menerapkan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sendi, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berjalan kaki, berenang, serta menghindari aktivitas yang memberikan tekanan berlebih pada lutut dan panggul.
Tak hanya memperkuat layanan medis, pihak rumah sakit juga mulai mengembangkan layanan digital melalui website dan aplikasi resmi guna memudahkan masyarakat mengakses informasi kesehatan dan layanan rumah sakit secara lebih cepat dan praktis.
Editor : Arif Ardliyanto