get app
inews
Aa Text
Read Next : Siswa SMAN 5 Surabaya Borong 3 Medali di Malaysia Technology Expo 2026

390 Pesilat dari 37 Daerah Ikuti Seleksi Awal Kontingen Silat Jatim

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:03 WIB
header img
Ratusan pesilat Jatim mulai disaring, Kontingen Pra-PON 2027 dipetakan. Foto : Hendro.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ratusan atlet pencak silat dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) mulai dipetakan untuk memperkuat kontingen menuju Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027 dan PON 2028. 

Proses penjaringan itu dimulai melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang digelar pada 17 Mei 2026 dan diikuti 390 atlet dari 37 kabupaten/kota.

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi perebutan medali, tetapi juga menjadi tahapan awal seleksi atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Jatim di level nasional. Tingginya antusiasme peserta dinilai menunjukkan perkembangan pembinaan pencak silat di daerah terus meningkat.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim, Bambang Haryo Soekartono menegaskan seluruh atlet yang tampil dalam Kejurprov akan dipantau secara serius untuk pembinaan lanjutan.

“Ajang ini diikuti 390 peserta dari 37 kabupaten dan kota di Jatim. Ini menjadi bagian dari seleksi atlet yang dipersiapkan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Bambang Haryo, para atlet terbaik hasil Kejurprov nantinya akan masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) IPSI Jatim yang telah berjalan sejak akhir tahun lalu. Proses seleksi pun disebut tidak berhenti pada satu kejuaraan saja.

IPSI Jatim telah menyiapkan tahapan seleksi lanjutan pada November mendatang guna kembali menyaring atlet dengan performa terbaik. Langkah tersebut dilakukan agar pembentukan tim benar-benar berdasarkan kualitas dan kesiapan bertanding.

“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet terbaik yang nantinya kembali diseleksi secara objektif untuk memperkuat Jatim,” tegasnya.

Di tengah upaya meningkatkan prestasi, persoalan pembiayaan pembinaan olahraga turut menjadi perhatian. Bambang Haryo menyoroti adanya efisiensi anggaran di KONI maupun Dinas Pemuda dan Olahraga yang membuat sejumlah program pembinaan harus dijalankan secara mandiri oleh pengurus cabang olahraga.

Menurut dia, dukungan pemerintah tetap menjadi faktor penting karena olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga investasi untuk membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan kompetitif.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim, M. Nabil menilai tingginya jumlah peserta menjadi indikator positif perkembangan pencak silat di Jatim.

“Jumlah peserta yang besar harus berbanding lurus dengan prestasi. Karena itu diperlukan kompetisi berkelanjutan seperti ini,” katanya.

Nabil menambahkan, kejuaraan tingkat provinsi memiliki peran penting untuk mempercepat proses penjaringan atlet menuju Pra-PON. Jika hanya mengandalkan agenda Porprov 2027, waktu persiapan dinilai terlalu sempit.

Karena itu, ia menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan berbasis hasil pertandingan di arena.

“Kami minta proses seleksi betul-betul objektif berdasarkan hasil tanding, bukan penunjukan. Ini penting demi menjaga kualitas kontingen Jatim ke depannya,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut