Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Guru Besar Ungkap Rombeng Tak Sekadar Pengepul Barang Bekas, tapi Penopang Ekonomi Sirkular
Advertisement . Scroll to see content

Lawan Dominasi Mobil Jepang, Produsen Asal China Makin Agresif di Surabaya

Kamis, 28 Mei 2026 | 05:23 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Lawan Dominasi Mobil Jepang, Produsen Asal China Makin Agresif di Surabaya
Jetour memperluas pasar di Jawa Timur lewat IIMS Surabaya 2026. Persaingan mobil China dan Jepang dipastikan semakin panas tahun ini. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persaingan industri otomotif di Surabaya semakin padat setelah merek mobil asal China terus berdatangan membawa berbagai model baru. Terbaru, Jetour, merek di bawah grup Chery, mulai mencoba peruntungan di pasar Jawa Timur dengan tampil perdana dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026.

Kehadiran Jetour menambah panjang daftar produsen otomotif China yang kini agresif membidik pasar Indonesia, khususnya Surabaya yang dinilai memiliki potensi penjualan kendaraan sport utility vehicle (SUV) cukup tinggi. Namun di tengah ekspansi tersebut, tantangan besar masih membayangi, mulai dari persaingan ketat, kepercayaan konsumen, hingga kekhawatiran terhadap nilai jual kembali kendaraan.

Dalam pameran yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya pada 26–31 Mei 2026 itu, Jetour memamerkan tiga model SUV andalannya, yakni JETOUR DASHING, JETOUR X70 Plus, dan JETOUR T2.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan Jawa Timur menjadi wilayah penting untuk memperluas pasar kendaraan SUV mereka di Indonesia.

“Tahun ini, Jetour hadir di IIMS Surabaya sebagai momentum strategis untuk semakin memperkuat kehadiran kami di pasar Jawa Timur,” ujarnya.

Meski menawarkan desain modern dan teknologi yang cukup lengkap, pasar SUV China di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun loyalitas konsumen. Sebagian masyarakat masih mempertimbangkan faktor jaringan servis, ketersediaan suku cadang, hingga daya tahan kendaraan dalam jangka panjang dibanding merek Jepang yang sudah lama mendominasi pasar nasional.

JETOUR DASHING sendiri dipasarkan dengan harga Rp391,8 juta on the road Surabaya. Mobil ini mengusung desain futuristik dengan tampilan sporty bergaya coupe. Sementara JETOUR X70 Plus dibanderol Rp401,8 juta dengan kapasitas tujuh penumpang yang menyasar segmen keluarga.

Kedua model tersebut dibekali fitur modern seperti panoramic sunroof, wireless Android Auto dan Apple CarPlay, hingga kamera 360 derajat. Namun, di tengah persaingan SUV yang semakin ketat, fitur serupa kini juga banyak ditawarkan kompetitor lain di kelas yang sama.

Jetour juga menghadirkan JETOUR T2 yang diposisikan sebagai SUV tangguh bergaya petualang dengan harga hampir menyentuh Rp600 juta. Mobil ini mengandalkan mesin 2.0 turbo dan desain boxy modern yang sedang tren di pasar global.

Meski dibekali berbagai teknologi keselamatan dan telah mengantongi rating lima bintang ASEAN NCAP, harga JETOUR T2 dinilai cukup tinggi untuk merek yang masih baru dikenal masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri dalam menarik konsumen, terutama di tengah kondisi ekonomi dan daya beli yang belum sepenuhnya stabil.

Untuk menarik perhatian pengunjung, Jetour menawarkan potongan harga hingga Rp15 juta serta bonus bahan bakar selama pameran berlangsung. Strategi diskon seperti ini menjadi pola umum yang mulai banyak digunakan merek otomotif China untuk mempercepat penetrasi pasar dan meningkatkan daya tarik produk baru.

Selain itu, Jetour juga memberikan garansi panjang hingga 10 tahun atau 1 juta kilometer untuk beberapa modelnya. Meski terlihat menarik, sejumlah pengamat otomotif menilai konsumen tetap akan melihat konsistensi layanan purna jual dan keberlangsungan merek dalam jangka panjang sebelum memutuskan membeli.

Di ajang IIMS Surabaya 2026, pengunjung juga diberi kesempatan mencoba langsung kendaraan melalui sesi test drive untuk mengenal performa dan fitur yang ditawarkan Jetour.

Masuknya Jetour memperlihatkan persaingan pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen SUV, diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan. Namun, produsen mobil China masih harus bekerja keras untuk membangun kepercayaan konsumen yang selama ini lebih loyal terhadap merek-merek lama yang sudah mapan di Indonesia.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut