Musyakom GMNI FISIP Untag Surabaya Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan Kader
Sementara itu, Sekretaris Komisariat periode 2025–2026, Alda Nur Aufa Dania, menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antara pengurus dan kader untuk mendorong perkembangan organisasi.
"Organisasi dapat berkembang karena adanya kerja sama antara pengurus dan kader. Kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat tersebut agar organisasi tetap menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi seluruh kader," katanya.
Usai terpilih, Ziven menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi selama satu periode ke depan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bung dan Sar yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan bersama. Saya berharap GMNI FISIP dapat terus berkembang menjadi organisasi yang progresif, aktif, dan inovatif serta menjadi wadah pembelajaran dan pengabdian bagi seluruh kader," jelas Ziven
Pada masa kepemimpinannya, Ziven menargetkan penguatan kualitas kader melalui berbagai forum diskusi dan kajian. Salah satu program prioritas yang akan dijalankan adalah Forum Group Discussion (FGD) sebagai ruang kader untuk menganalisis serta mengadvokasi berbagai isu yang berkembang, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mencetak kader GMNI yang lebih masif, kritis, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Senada dengan itu, Bima menyatakan komitmennya untuk mendukung jalannya organisasi agar tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan marhaenisme.
"Harapan saya, GMNI FISIP Untag dapat menjadi ruang kaderisasi yang lebih aktif, kritis, dan solid dalam menjawab tantangan zaman. Semoga kepengurusan baru mampu memperkuat solidaritas antar kader dan meningkatkan kontribusi organisasi bagi mahasiswa maupun masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus Cabang GMNI Surabaya Raya, DPK GMNI UPN Veteran Jawa Timur, serta DPK GMNI Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Editor: Arif Ardliyanto