Tim Jogoboyo Polrestabes Surabaya Gagalkan Dugaan Pengeroyokan, Delapan Pemuda Diamankan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tim Jogoboyo 1 dan 2 Sat Samapta Polrestabes Surabaya menggagalkan dugaan aksi pengeroyokan yang melibatkan sekelompok pemuda di kawasan Jalan Banyu Urip, Surabaya, Jumat (5/6/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, polisi mengamankan delapan pemuda beserta sejumlah barang bukti.
Kejadian bermula saat anggota Sat Samapta Polrestabes Surabaya melaksanakan patroli rutin sekitar pukul 02.15 WIB. Saat melintas di kawasan simpang empat Girilaya–Kupang, petugas menerima laporan dari dua remaja yang mengaku sedang dikejar dan terancam menjadi korban pengeroyokan.
Mendapatkan informasi tersebut, Tim Jogoboyo segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan delapan pemuda yang diduga terlibat sebelum aksi kekerasan terjadi.
Selain para terduga pelaku, petugas juga menyita tiga unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut. Polisi turut mengamankan empat unit telepon seluler serta sejumlah atribut yang diduga berkaitan dengan kelompok pencak silat sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, dua remaja yang diduga menjadi sasaran pengeroyokan berhasil diselamatkan. Keduanya diketahui berinisial A (17) dan R (17), warga Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Putra, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kesiapsiagaan personel yang rutin melakukan patroli pada jam-jam rawan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Anggota kami sedang melaksanakan patroli rutin ketika menerima laporan dari warga yang meminta pertolongan. Respons cepat personel di lapangan berhasil mencegah potensi aksi pengeroyokan sehingga situasi dapat segera dikendalikan,” ujar AKBP Erika Putra, Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan Polrestabes Surabaya akan terus meningkatkan patroli untuk mencegah berbagai bentuk aksi kekerasan jalanan maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terprovokasi dan tidak terlibat dalam aksi kekerasan ataupun kegiatan yang dapat memicu konflik antarkelompok. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada kepolisian,” katanya.
Saat ini, delapan pemuda yang diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif serta peran masing-masing dalam peristiwa tersebut. Polisi juga terus melakukan penyelidikan guna memastikan ada tidaknya pihak lain yang terlibat.
Editor : Arif Ardliyanto