Era Transaksi Non-Tunai Buka Peluang Baru, UMKM Dituntut Lebih Adaptif dan Kompetitif
MALANG, iNewsSurabaya.id – Transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan transaksi non-tunai, pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi agar tetap kompetitif dan terus berkembang.
Sebagai sektor yang menyumbang sekitar 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja Indonesia, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Namun, tantangan seperti keterbatasan literasi digital, akses keuangan, hingga pengelolaan usaha modern masih menjadi hambatan yang dihadapi banyak pelaku usaha.
Melihat kondisi tersebut, PT Astra Digital Arta (AstraPay) terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong digitalisasi UMKM sekaligus memperluas inklusi keuangan nasional. Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Media & UMKM Gathering yang digelar di Kota Malang, Sabtu (6/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 AstraPay.
Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana, menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya sebatas mempermudah proses pembayaran, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.
"Digitalisasi tidak hanya berbicara mengenai transaksi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat dan UMKM berkembang secara berkelanjutan. AstraPay ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami lakukan juga sejalan dengan upaya memperluas akses keuangan digital, meningkatkan literasi, dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia," ujar Rina.
Seiring meningkatnya penggunaan transaksi digital di Indonesia, peluang UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital semakin terbuka lebar. Data Bank Indonesia mencatat hingga tahun 2025, layanan QRIS telah digunakan lebih dari 57 juta pengguna dan diterima oleh lebih dari 39 juta merchant, yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM.
Editor : Arif Ardliyanto