get app
inews
Aa Text
Read Next : Mobilitas Nataru Meningkat, Pengguna Jalan Diingatkan Waspada di Perlintasan Kereta Api

Air Lindi Bocor Ancam Pengguna Jalan, DLH Surabaya Sebut Banyak Armada Tak Laik Operasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:32 WIB
header img
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan armada truk sampah untuk mencegah kebocoran air lindi yang menyebabkan bau dan jalan licin. DLH juga menyiapkan SOP baru serta pengadaan 195 unit karcher di TPS. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap armada truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran air lindi yang kerap menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan karena membuat permukaan jalan menjadi licin.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, inspeksi mendadak (sidak) rutin digelar terhadap armada pengangkut sampah yang melayani rute dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu pengawasan terbaru dilakukan di kawasan Jalan Raya Tandes.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno, mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut pihaknya menemukan sejumlah armada yang memerlukan perbaikan, baik kendaraan milik swasta maupun armada milik DLH sendiri.

“Untuk armada swasta, kami menemukan beberapa bak kontainer yang sudah berlubang. Sementara armada compactor milik DLH juga kami periksa kelayakannya, mulai dari lampu sein, sistem pengereman hingga kondisi lampu belakang. Ada satu armada yang lampu rem belakangnya tidak berfungsi,” kata Wasis, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, setiap kerusakan yang ditemukan harus segera ditangani tanpa menunggu jadwal perawatan rutin. DLH meminta pengemudi dan petugas terkait segera melaporkan kerusakan agar dapat diperbaiki secepat mungkin demi menjaga keselamatan operasional armada.

Selain memeriksa kondisi kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap sistem penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan ini menjadi fokus utama karena kebocoran air lindi dapat menyebabkan cairan sampah menetes di sepanjang perjalanan menuju TPA.

Wasis menjelaskan, kerusakan pada bagian seal atau penampungan yang mengalami korosi dapat menjadi penyebab utama kebocoran.

“Kalau seal rusak atau tempat penampungannya keropos, air lindi bisa keluar selama perjalanan. Karena itu kami lakukan pengecekan secara detail,” ujarnya.

Dalam sidak yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) malam tersebut, DLH memeriksa sekitar 10 armada pengangkut sampah milik pemerintah maupun swasta. Pemeriksaan dilakukan pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertepatan dengan jam operasional pengangkutan sampah menuju TPA.

Petugas juga menemukan beberapa armada yang memiliki volume air lindi cukup banyak di dalam penampungan. Namun, selama sistem penampungan tidak mengalami kebocoran, kondisi tersebut masih dinilai aman.

“Kami keluarkan dan bersihkan sekalian. Memang ada yang menampung lindi cukup banyak, tetapi yang terpenting tidak ada kebocoran saat kendaraan beroperasi,” jelasnya.

DLH memastikan pengawasan terhadap armada sampah akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik dan jalur distribusi sampah di Kota Surabaya. Pemeriksaan tidak hanya menyasar jalur selatan, tetapi juga wilayah utara hingga akses menuju TPA melalui jalan tol.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh armada yang beroperasi tetap dalam kondisi laik jalan serta memenuhi standar keselamatan dan kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini akan terus berlanjut. Setelah jalur selatan, kami juga akan melakukan pemeriksaan di jalur utara. Semua armada yang menuju TPA akan kami pantau,” tegas Wasis.

Saat ini DLH Surabaya mengoperasikan sebanyak 104 armada pengangkut sampah yang terdiri dari truk compactor dan arm roll. Ratusan armada tersebut melayani 195 TPS yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan.

Sebagai upaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah, DLH juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru terkait penanganan air lindi. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembuangan air lindi langsung di TPS sebelum armada diberangkatkan menuju TPA.

Namun, rencana tersebut masih menunggu kelengkapan fasilitas pendukung berupa alat pembersih bertekanan tinggi atau karcher di seluruh TPS.

“Sedang kami susun SOP yang paling efektif. Saat ini juga sedang proses pengadaan karcher untuk mendukung pengelolaan air lindi di TPS,” katanya.

DLH menargetkan pengadaan sebanyak 195 unit karcher rampung pada Juni 2026. Nantinya setiap TPS akan dilengkapi satu unit alat pembersih guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan.

“Jumlah karcher yang diadakan sesuai dengan jumlah TPS. Jadi setiap TPS nantinya memiliki satu unit untuk menunjang operasional,” pungkas Wasis.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut