Jelang Pemilihan Ketum PBNU, Gus Salam Sebut Mayoritas Pengurus NU Ingin Perubahan
Lebih lanjut, Gus Salam menyebut banyak pengurus daerah berharap kepemimpinan PBNU ke depan mampu memperkuat soliditas organisasi dan menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah.
Dalam kesempatan itu, Gus Salam juga mengungkapkan bahwa respons dari sejumlah pengurus NU terhadap rencananya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU cukup positif.
Meski demikian, ia menyadari bahwa dukungan resmi baru akan ditentukan saat Muktamar berlangsung. Menurutnya, para pemilik suara memiliki kesempatan untuk menilai secara objektif seluruh figur yang akan maju dalam kontestasi kepemimpinan NU.
"Mereka tidak hanya bertemu dengan saya, tetapi juga dengan kader-kader lain yang memiliki niat dan ikhtiar untuk maju. Tentu mereka akan menganalisis gaya kepemimpinan, karakter, serta rekam jejak masing-masing sebelum menentukan pilihan terbaik untuk NU," jelas cucu KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.
Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Hingga saat ini, lokasi pelaksanaan forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut masih belum diputuskan secara resmi.
Sebelum Muktamar digelar, NU akan lebih dahulu mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20–21 Juni 2026.
Agenda tersebut diperkirakan menjadi momentum penting untuk memetakan berbagai isu strategis organisasi sekaligus menghangatkan pembahasan terkait arah kepemimpinan NU menjelang Muktamar ke-35.
Editor : Arif Ardliyanto