get app
inews
Aa Text
Read Next : Surabaya Sabet Penghargaan RTLH Tertinggi, 7.196 Rumah Ditargetkan Rampung 2027

Ironi di Jombang, Dapat Rp1 Miliar Bisa Tekan Pengangguran, Kini 1.000 Karyawan Terancam Dirumahkan

Rabu, 10 Juni 2026 | 20:11 WIB
header img
Jombang Raih Penghargaan Penurun Pengangguran Terbaik se-Jawa Bali, Namun 1.000 Buruh PT SGS Terancam PHK. Foto iNewsSurabaya.id/zainul

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Kabupaten Jombang baru saja mencatat prestasi membanggakan di bidang ketenagakerjaan. Di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi, daerah ini berhasil meraih penghargaan sebagai Terbaik III Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kabupaten se-Regional Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak penganugerahan yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Selain trofi penghargaan, Pemerintah Kabupaten Jombang juga memperoleh Dana Insentif Fiskal sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Pusat.

Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Jombang Warsubi dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah wujud nyata dari kerja keras, gotong royong, dan sinergi seluruh elemen masyarakat serta jajaran Pemkab Jombang. Penghargaan ini seutuhnya milik warga Jombang,” ujar Warsubi.


Jombang Raih Penghargaan Penurun Pengangguran Terbaik se-Jawa Bali, Namun 1.000 Buruh PT SGS Terancam PHK. Foto iNewsSurabaya.id/zainul

Namun di tengah euforia penghargaan tersebut, Jombang dihadapkan pada tantangan serius di sektor ketenagakerjaan. Sebanyak 1.000 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Diwek dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan akibat rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, mengungkapkan pihaknya telah menerima surat resmi pemberitahuan PHK dari PT SGS pada Senin (8/6/2026).

Menurut Isawan, perusahaan pengolahan kayu tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 2.100 karyawan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 pekerja masuk dalam daftar yang akan terdampak PHK.

“Jumlah total karyawan sebanyak 2.100 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.000 orang di-PHK. Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari PT SGS,” kata Isawan kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, tim deteksi dini Disnaker selama ini rutin melakukan supervisi dan pemantauan hubungan industrial di sejumlah perusahaan di Jombang. Bahkan hingga awal Juni 2026, belum ditemukan indikasi adanya kebijakan PHK di PT SGS.

Namun situasi berubah cepat. Sehari setelah supervisi terakhir dilakukan, pihak Human Resources Development (HRD) perusahaan menyampaikan rencana pengurangan tenaga kerja. Selanjutnya, surat resmi pemberitahuan PHK dikirimkan kepada Disnaker.

Selain pengurangan tenaga kerja, perusahaan juga dikabarkan melakukan penyesuaian operasional dengan mengurangi jumlah shift kerja dari tiga menjadi dua shift. PHK diprioritaskan pada tenaga produksi, sementara tenaga penunjang tidak menjadi sasaran utama.

Menyikapi kondisi tersebut, Disnaker Jombang segera memanggil manajemen PT SGS untuk meminta penjelasan terkait kondisi perusahaan dan langkah yang akan ditempuh ke depan.

“Kami besok memanggil manajemen PT SGS sehingga kami mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan rencana PT SGS selanjutnya. Dari pemerintah berharap PHK itu tidak terjadi,” ungkap Isawan.

Pemerintah daerah berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik agar keberlangsungan usaha perusahaan tetap terjaga sekaligus melindungi nasib para pekerja yang terancam kehilangan mata pencaharian.

Langkah mediasi juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan di Jombang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Terlepas dari ancaman PHK tersebut, penghargaan yang diraih Kabupaten Jombang diberikan berdasarkan hasil penilaian tim ahli terhadap sejumlah indikator strategis.

Beberapa aspek yang menjadi nilai unggul Kabupaten Jombang antara lain perencanaan ketenagakerjaan yang berkelanjutan, keberpihakan anggaran daerah terhadap program penurunan pengangguran, keberhasilan menekan angka pengangguran berbasis data terpadu Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai inovasi daerah dalam memperluas kesempatan kerja.

Warsubi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, dan pelaku ekonomi lokal.

Ia juga memastikan dana insentif fiskal sebesar Rp1 miliar akan dimanfaatkan untuk memperkuat program ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Mengenai dana insentif fiskal sebesar satu miliar rupiah yang diamanahkan oleh Pemerintah Pusat, insyaAllah akan kami alokasikan kembali secara tepat sasaran dan akuntabel. Dana ini akan kami fokuskan untuk memperluas lapangan kerja baru, meningkatkan pelatihan kompetensi pemuda, serta memperkuat UMKM daerah,” tegas Warsubi.

Menurutnya, pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan peluang kerja baru menjadi strategi utama agar angka pengangguran di Jombang terus menurun di masa mendatang.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut