Cara Unik Belajar Bahasa Inggris, Jalan-jalan Berwisata Sambil Asah Skill di Romokalisari Surabaya
Tak hanya itu, mereka juga mempelajari manfaat hutan mangrove sebagai benteng alami yang mampu melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi.
Pemandu wisata, Bintang, menjelaskan bahwa Adventure Land Romokalisari sebelumnya merupakan kawasan pelelangan ikan yang kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi dan ekowisata unggulan Kota Surabaya.
“Saat ini Adventure Land Romokalisari menjadi salah satu destinasi ekowisata yang memadukan rekreasi, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Kawasan ini menawarkan berbagai fasilitas edukatif dan rekreasi seperti playground, ATV, kano, sekoci, sepeda air, wisata perahu, kawasan mangrove, mini zoo hingga sentra kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Dalam sesi observasi, siswa juga diajak mengenal beragam flora dan fauna yang ada di lokasi. Mereka mempelajari karakteristik kura-kura yang memiliki usia hidup hingga puluhan tahun serta rusa tutul yang menjadi salah satu daya tarik mini zoo.
Puncak kegiatan outing class adalah proyek pembuatan vlog berbahasa Inggris. Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok dengan tema berbeda, mulai dari playground, animal, hingga food.
Sebelum praktik lapangan dimulai, mahasiswa Universitas Wijaya Putra memberikan pendampingan teknis mengenai teknik pengambilan gambar, penyusunan narasi, hingga penggunaan kosakata bahasa Inggris yang tepat.
Melalui proyek tersebut, siswa dituntut untuk melakukan observasi langsung, menyusun konsep konten, melakukan wawancara, hingga mempresentasikan hasil pengamatan mereka dalam bahasa Inggris.
Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama tim.
Pengalaman Belajar yang Berkesan
Salah satu peserta, Muhammad Fredy dari kelas XI-4, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi mengetahui sejarah Adventure Land Romokalisari dan lebih mengenal satwa yang ada di kawasan ini. Tugas vlog berbahasa Inggris juga membuat saya tertantang mempelajari kosakata baru,” katanya.
Hal serupa disampaikan Auriel dari kelas XI-2 yang menilai kegiatan tersebut mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.
“Belajar di luar kelas membuat kami lebih semangat. Materinya menarik, tempatnya nyaman, dan banyak wahana edukatif yang membuat kegiatan tidak membosankan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan observasi dan pembuatan vlog, siswa diberikan kesempatan mengeksplorasi kawasan wisata sebelum akhirnya kembali ke sekolah pada sore hari.
Melalui kegiatan outing class ini, SMA Wijaya Putra Surabaya menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan kontekstual. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, siswa juga memperoleh pemahaman tentang lingkungan pesisir, pentingnya pelestarian mangrove, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas Kota Surabaya.
Penulis: Amara Ayu Darmawan, Jurnalis SMA Wijaya Putra Surabaya
Editor : Arif Ardliyanto