Peraih Medali Perak OSN Jadi Sorotan di Tengah Harunya Pelepasan Ratusan Siswa SD
Di tengah suasana perpisahan tersebut, sejumlah siswa berprestasi turut mendapat apresiasi. Salah satunya adalah Thomas, siswa yang berhasil menorehkan berbagai prestasi di bidang matematika dan sains hingga tingkat nasional.

Orang tua Thomas, Sofitri Septia Mardiana Dewi, mengatakan dirinya tidak pernah memberikan target khusus terkait cita-cita maupun prestasi akademik putranya. Menurut dia, pendidikan karakter dan pembiasaan ibadah menjadi hal utama yang selalu ditanamkan dalam keluarga.
"Saya tidak pernah mematok Thomas harus menjadi apa. Yang paling saya tekankan justru soal ibadah. Karena dia anak laki-laki, kadang salatnya masih perlu terus diingatkan. Jadi memang harus berulang kali diingatkan, tidak cukup sekali atau dua kali," ujar Sofitri.
Ia mengungkapkan, semangat belajar Thomas tumbuh dari kesadaran dirinya sendiri. Karena itu, dirinya tidak pernah harus memaksa atau mengawasi secara berlebihan saat sang anak belajar.
Ketertarikan Thomas terhadap matematika dan ilmu pengetahuan alam sudah terlihat sejak usia dini. Ia dikenal sebagai siswa yang aktif bertanya kepada guru ketika menemukan materi yang belum dipahaminya hingga benar-benar menguasai pelajaran tersebut.
Bakat akademiknya mulai mencuri perhatian saat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) ketika duduk di bangku kelas IV SD. Setelah lolos seleksi tingkat kabupaten, provinsi, hingga Jawa Timur, Thomas berhasil melaju ke tingkat nasional yang digelar di Unesa.
Dalam kompetisi tersebut, Thomas berhasil meraih Medali Perak bidang Sains, bersaing dengan para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar yang diraihnya selama menempuh pendidikan dasar.
Tak hanya itu, Thomas juga menunjukkan kemampuan akademik di atas rata-rata melalui program Kumon Matematika. Saat baru memasuki kelas VI SD, ia telah mampu menyelesaikan materi matematika setara tingkat kelas II SMA.
Atas pencapaian tersebut, Thomas memperoleh penghargaan khusus dari Kumon. Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa minat belajar yang kuat, kemandirian, serta dukungan keluarga dan sekolah dapat mengantarkan siswa meraih prestasi sejak usia dini.
Kepala SD Mumtaz Sidoarjo, Fatchul Mubarok, mengatakan pihak sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman bagi para siswa.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kenangan. Momen perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa di bangku sekolah dasar. Hal juga sekaligus awal menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Editor : Arif Ardliyanto