Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tambang di Kediri Picu Penolakan, Warga Soroti Izin hingga Kerusakan Lingkungan
Advertisement . Scroll to see content

Tak Sekadar Hobi, Gen Z Kediri Raup Peluang Cuan dari Tanaman Hias Lewat Strategi Digital Marketing

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:07 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Tak Sekadar Hobi, Gen Z Kediri Raup Peluang Cuan dari Tanaman Hias Lewat Strategi Digital Marketing
Universitas Telkom Surabaya melatih pelaku usaha tanaman hias di Kediri memanfaatkan Instagram sebagai media promosi digital. Program ini mendorong Gen Z mengembangkan bisnis florikultura berbasis teknologi. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Tren tanaman hias yang semakin diminati kalangan muda membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan. Melihat potensi tersebut, Universitas Telkom Surabaya menggelar pelatihan pemasaran digital berbasis Instagram bagi pelaku usaha florikultura di Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kemampuan promosi dan daya saing usaha di era digital.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Website sebagai Media Promosi dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Kompetensi SDM Pelaku Usaha” ini berlangsung di Dusun Wonorejo, Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Sabtu (13/6/2026). Pelatihan diikuti sembilan anggota UKM Florikultura Nabila Anggrek Mawar Garden yang mayoritas merupakan generasi muda pecinta tanaman hias.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom Surabaya, Dr. M. Bambang Agus Sumantri, S.IP., M.M., mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran berbagai sektor usaha, termasuk bisnis florikultura yang saat ini memiliki pasar cukup luas.

“Melalui pembentukan komunitas florikultura, aktivitas menanam tanaman hias tidak hanya menjadi hobi semata, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Bambang.


Universitas Telkom Surabaya melatih pelaku usaha tanaman hias di Kediri memanfaatkan Instagram sebagai media promosi digital. Program ini mendorong Gen Z mengembangkan bisnis florikultura berbasis teknologi. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Menurutnya, tingginya minat Generasi Z terhadap budidaya tanaman hias seperti anggrek dan mawar perlu diarahkan menjadi aktivitas produktif yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah memperkuat kemampuan pemasaran digital melalui media sosial.

Bambang menjelaskan, Instagram dipilih sebagai fokus pelatihan karena memiliki karakter visual yang sangat mendukung promosi produk tanaman hias. Platform tersebut memungkinkan pelaku usaha menampilkan katalog produk, membangun kepercayaan pelanggan melalui testimoni, hingga memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman.

“Instagram menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk florikultura kepada pasar yang lebih luas. Fitur-fitur yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membangun interaksi sekaligus meningkatkan potensi penjualan,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari strategi penyusunan konten bisnis, pembuatan feed Instagram yang menarik, pemanfaatan fitur story dan reels, hingga teknik membuat katalog produk digital. Selain itu, peserta juga dilatih membuat konten edukatif yang mampu meningkatkan engagement calon konsumen.

Tidak hanya teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung berupa pengambilan foto produk tanaman hias, penyusunan caption yang menarik, penggunaan hashtag yang relevan, serta penyusunan call to action yang efektif untuk mendorong interaksi dan transaksi penjualan.

“Peserta kami ajak melakukan simulasi unggah konten secara langsung agar mereka memahami proses pemasaran digital secara menyeluruh dan dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.

“Melalui kegiatan ini, UKM Florikultura Nabila Anggrek Mawar Garden diharapkan mampu mengoptimalkan Instagram sebagai sarana promosi yang efektif, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing usaha florikultura di era digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang berharap komunitas pecinta tanaman hias yang didominasi Generasi Z dapat menjadi motor penggerak lahirnya pelaku usaha muda yang kreatif dan inovatif.

“Kami berharap komunitas ini menjadi wadah berkembangnya wirausaha muda yang mampu memanfaatkan teknologi digital. Tanaman hias tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.

Program pengabdian ini melibatkan tim yang terdiri dari Dr. M. Bambang Agus Sumantri, S.IP., M.M., Dr. N. Azizia Gia Mutiarasari, S.M., MBA, Titus Kristanto, A.Md., S.Kom., M.Kom., dan Sekar Widyasari Putri, S.A.B., M.Si.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respons positif dari seluruh peserta. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada sembilan responden, tingkat kepuasan peserta mencapai 88,89 persen. Mereka menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan usaha saat ini, mudah dipahami, dan memiliki manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan pemasaran digital.

Para peserta juga berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung transformasi digital UMKM di Kabupaten Kediri, khususnya sektor florikultura yang memiliki prospek pasar menjanjikan di masa depan.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut