Buka-bukaan Strategi Bisnis Berkelanjutan, Aula Pesantren UNIBA Sumenep Berubah Jadi Markas UMKM
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung usaha secara simbolis. Di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, beasiswa pendidikan bagi anak nasabah, serta penghargaan berupa program studi banding bagi sejumlah pelaku usaha yang dinilai berprestasi.
Selain mendapatkan materi pengembangan usaha, para peserta juga memperoleh edukasi mengenai perlindungan asuransi dan pengenalan Program Mekaar Usaha Mandiri (MUM) yang dirancang untuk mendorong kemandirian usaha mikro.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pemberdayaan UMKM menjadi salah satu kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami menyambut baik program-program pemberdayaan yang dilakukan PNM. Kehadiran PNM telah membantu banyak masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha mikro, untuk berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah," kata Agus.
Tak hanya pelatihan, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan pendukung seperti pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi hukum, edukasi rekrutmen kerja, serta pameran produk UMKM yang menampilkan berbagai hasil karya pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Surabaya Tatang Sefi Setyono berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendamping, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat untuk mempercepat pertumbuhan sektor UMKM.
"Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis, kami berharap para nasabah Mekaar dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya," ungkap Tatang.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, pelaku UMKM di Sumenep diharapkan semakin siap menghadapi persaingan pasar, memiliki legalitas usaha yang lengkap, serta mampu meningkatkan skala bisnisnya demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Arif Ardliyanto