Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gerindra Kuasai Elektabilitas Jatim, Demokrat Mulai Mengejar
Advertisement . Scroll to see content

Haul Bung Karno di Surabaya, PDIP Minta Gen Z Lawan Narasi Sesat Sejarah di Media Sosial

Senin, 22 Juni 2026 | 05:51 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Haul Bung Karno di Surabaya, PDIP Minta Gen Z Lawan Narasi Sesat Sejarah di Media Sosial
Haul Bung Karno 2026 di Surabaya menjadi momentum PDIP mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, menjaga warisan pemikiran Bung Karno dan melawan distorsi sejarah di media sosial. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ratusan kader PDI Perjuangan dari berbagai tingkatan, mulai pengurus PAC, ranting, anak ranting hingga generasi muda, memadati halaman Kantor DPC PDIP Surabaya dalam peringatan Haul Bung Karno 2026, Minggu (21/6/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno tersebut berlangsung khidmat dan sarat pesan kebangsaan. Acara diawali dengan doa bersama, tausiah, pemotongan tumpeng, refleksi perjuangan Sang Proklamator, hingga doa lintas agama yang dipimpin Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Yordan Batara Goa, anggota DPRD Jawa Timur, perwakilan DPP PDIP Seno Bagaskoro, kader senior Saleh Ismail Mukadar, serta jajaran pengurus partai lainnya.


Haul Bung Karno 2026 di Surabaya menjadi momentum PDIP mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, menjaga warisan pemikiran Bung Karno dan melawan distorsi sejarah di media sosial. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji menegaskan bahwa Haul Bung Karno bukan sekadar mengenang wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat pengabdian kepada bangsa.

"Rangkaian Bulan Bung Karno dimulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno 6 Juni, hingga hari wafat beliau pada 21 Juni. Yang terpenting adalah bagaimana kita meneruskan api perjuangan Bung Karno untuk Indonesia," ujar Armuji.

Pria yang akrab disapa Cak Ji itu menilai tantangan generasi saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu bangsa Indonesia menghadapi penjajahan fisik, kini masyarakat dihadapkan pada derasnya arus informasi digital yang berpotensi memunculkan narasi keliru mengenai sejarah bangsa.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut