Cuma Modal Rp2.000, Warga Surabaya Bisa Borong Paket Pangan Sehat, Gimana Caranya?
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, berbagai upaya dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Salah satunya melalui program DOKAR (Dodolan Koyok Pasar) yang digagas untuk menyediakan bahan pangan sehat dan bergizi dengan harga murah bagi warga Surabaya.
Program sosial ini mulai digelar di Kecamatan Pakal pada Minggu (21/6/2026) dan akan berlanjut di Kecamatan Lakarsantri pada 5 Juli 2026 mendatang. Kehadiran DOKAR mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.
Dalam pelaksanaannya, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bersama Komunitas Baksose Suroboyo menyiapkan sekitar 200 paket bahan pangan pada setiap kegiatan. Seluruh paket tersebut didukung penuh oleh TPS sebagai bagian dari komitmen perusahaan.
Setiap paket berisi aneka sayuran segar dan bahan pangan bergizi dengan nilai sekitar Rp20.000. Menariknya, masyarakat hanya perlu membayar Rp2.000 untuk mendapatkan paket tersebut.
Skema ini dirancang untuk membantu warga memperoleh pangan sehat dengan biaya yang sangat terjangkau sekaligus mendorong peningkatan kualitas gizi keluarga. Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dan melibatkan berbagai unsur masyarakat setempat.
Agar pelaksanaan berjalan lancar dan tepat sasaran, TPS dan Komunitas Baksose Suroboyo menggandeng pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT/RW dalam proses pendistribusian paket pangan kepada warga yang membutuhkan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan program DOKAR merupakan bagian dari implementasi pilar sosial TJSL TPS tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen TPS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses pangan sehat dan terjangkau. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus mempererat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar,” ujar Erika.
Editor : Arif Ardliyanto