Hasil Autopsi ASN Bangkalan yang Tewas di Mobil Dinas Bandara Juanda, Ditemukan Luka Misterius
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di area parkir bandara.
Terkait isu yang sempat beredar mengenai dugaan korban sedang hamil, pihak forensik menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kondisi perut korban yang tampak membesar disebut merupakan dampak dari proses pembusukan dan pembengkakan tubuh setelah meninggal dunia.
“Korban tidak dalam kondisi hamil. Pembesaran perut terjadi akibat proses pembusukan dan pembengkakan tubuh,” tegasnya.
Meski telah ditemukan sejumlah indikasi pada tubuh korban, pihak forensik belum dapat menyimpulkan apakah kematian RJS merupakan kematian tidak wajar atau akibat tindak pidana. Saat ini tim masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap organ dalam korban yang dilakukan oleh Labfor Polda Jawa Timur.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan organ dalam dari Tim Labfor Polda Jatim untuk memastikan penyebab kematian korban,” tambah AKBP Ni Made Wiatini.
Sementara itu, Satreskrim Polresta Sidoarjo memastikan penyelidikan kasus tersebut masih terus berjalan. Polisi kini mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti pendukung sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban sebelum seluruh hasil pemeriksaan selesai.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” singkat AKP Siko.
Kasus kematian ASN Pemkab Bangkalan ini menjadi perhatian publik karena korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di salah satu area tersibuk Bandara Juanda. Polisi berharap hasil pemeriksaan forensik lanjutan dapat mengungkap secara terang penyebab kematian korban dan menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto