Ketidakpastian Ekonomi Global Dorong Lonjakan Minat Investasi Emas
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bisnis emas atau bullion terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik internasional, emas dinilai semakin diminati sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang aman dan likuid.
Sejak diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, kegiatan usaha bullion atau Bank Emas Indonesia menjadi tonggak penting dalam pengelolaan emas nasional yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Peningkatan harga emas dan bertambahnya jumlah emas yang dikelola melalui layanan bullion mencerminkan semakin tingginya literasi serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi dan pelindung nilai.
Sejalan dengan tren tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region Office VIII Surabaya mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas hingga Mei 2026.
Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, mengungkapkan produk tabungan emas menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan Number of Account (NoA) sebesar 92,57 persen atau bertambah lebih dari 31 ribu rekening baru dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain tabungan emas, dua produk bullion lainnya juga menunjukkan kinerja yang impresif. Produk cicil emas tumbuh 89,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara gadai emas meningkat 74,1 persen.
"Bisnis bullion BSI memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Produk emas kami hadir sebagai solusi finansial yang relevan bagi masyarakat, baik untuk perencanaan investasi jangka panjang maupun pemenuhan kebutuhan likuiditas mendesak," ujar Jajang , Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi emas berbasis syariah. Produk emas BSI kini diminati berbagai kalangan, mulai dari generasi Z dan milenial yang ingin membangun portofolio investasi sejak dini hingga kelompok usia lanjut yang membutuhkan instrumen penyimpan nilai yang relatif stabil.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses layanan keuangan syariah, BSI RO VIII Surabaya terus melakukan ekspansi jaringan. Setelah membuka tujuh outlet baru sepanjang 2025, yang terdiri atas empat outlet di Surabaya dan tiga outlet di Malang, BSI berencana menambah jaringan melalui pembukaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Surabaya Benowo pada 2026.
Penguatan layanan fisik tersebut juga diimbangi dengan transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI. Melalui platform tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai layanan emas secara praktis, mulai dari simulasi transaksi, pembelian, hingga pengelolaan aset emas dalam satu aplikasi.
"Seluruh layanan dirancang agar mudah diakses, cepat, aman, dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," jelas Jajang.
Editor : Arif Ardliyanto