get app
inews
Aa Text
Read Next : Inflasi Jatim Mei 2026 Tembus 3,49 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas hingga Daging Ayam Ras

Inflasi Jatim Tembus 3,36 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Bensin hingga Beras

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:59 WIB
header img
Kenaikan harga BBM memicu inflasi di Jatim. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juni 2026 sebesar 3,36 persen. 

Kenaikan harga sejumlah komoditas seperti emas perhiasan, angkutan udara, bensin, hingga beras menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Jatim.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M, mengatakan inflasi tahunan tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,52 pada Juni 2025 menjadi 112,17 pada Juni 2026.

"Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jatim, pada Juni 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,36 persen. Sementara secara bulanan (month to month/m-to-m) terjadi inflasi 0,30 persen dan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 1,74 persen," ujar Herum dalam rilis resmi BPS Jatim, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 4,01 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 5,87 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 10,34 persen.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,49 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,05 persen, perlengkapan rumah tangga sebesar 1,06 persen, kesehatan 2,13 persen, informasi dan komunikasi 1,58 persen, rekreasi dan budaya 1,54 persen, pendidikan 1,92 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,20 persen.

Herum menjelaskan, sejumlah komoditas memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan. Di antaranya emas perhiasan, angkutan udara, bensin, beras, minyak goreng, daging sapi, cabai rawit, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging ayam ras, laptop atau notebook, nasi dengan lauk, mobil, cabai merah, air kemasan, tahu mentah, sepeda motor, telepon seluler, biaya pendidikan perguruan tinggi, hingga bahan bakar rumah tangga.

Sementara komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi secara tahunan antara lain telur ayam ras, kelapa, tomat, sawi hijau, dan kacang panjang.

Untuk inflasi bulanan pada Juni 2026 yang mencapai 0,30 persen, Herum menyebut kenaikan harga bensin menjadi penyumbang terbesar, disusul angkutan udara, bawang merah, bawang putih, beras, daging sapi, wortel, dan emas perhiasan.

"Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain daging ayam ras, cabai rawit, sawi hijau, telur ayam ras, udang basah, cabai merah, dan bayam," jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut